Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Tragedi Affan Gegerkan Publik, Selebriti Kompak Kritik DPR & Aparat Soal Demo Berdarah

Hanif PP • Minggu, 31 Agustus 2025 | 12:21 WIB

 

PEMAKAMAN: Prosesi pemakaman pengemudi ojek online Affan Kurniawan ke TPU Karet Bivak di Jakarta, Jumat (29/8/2025).
PEMAKAMAN: Prosesi pemakaman pengemudi ojek online Affan Kurniawan ke TPU Karet Bivak di Jakarta, Jumat (29/8/2025).

PONTIANAK POST - Aksi demonstrasi di sekitar Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (28/8) malam, berakhir tragis. Seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, meregang nyawa setelah dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob Polri. Insiden itu bukan hanya mengguncang suasana lapangan, tetapi juga memicu gelombang kemarahan publik terhadap aparat keamanan dan elit politik yang dinilai abai terhadap penderitaan rakyat.

Video detik-detik Affan dilindas mobil rantis dengan kecepatan tinggi viral di media sosial. Publik tersentak: mobil baja negara yang dibiayai uang rakyat justru merenggut nyawa rakyat. Kritik keras pun datang dari berbagai tokoh, mulai dari selebritas, influencer, hingga aktivis.

Jerome Polin, YouTuber sekaligus figur publik, melayangkan kritik tajam terhadap DPR yang memilih bekerja dari rumah (WFH) pada hari aksi berlangsung. Ia menyebut para wakil rakyat semestinya hadir menemui massa, bukan bersembunyi di balik layar.

“Wakil rakyat yang harusnya mendengarkan keluhan rakyat malah WFH di hari demo. Malah ngatain rakyat ‘tolol’. Ironis, sedih sekali,” ujar Jerome. Ia menilai kesewenang-wenangan ini tidak bisa lagi dibiarkan, seraya menyerukan agar publik melek politik demi memperjuangkan keadilan.

Kemarahan publik kian memuncak setelah Ahmad Sahroni, Wakil Ketua Komisi III DPR, mengakui adanya kebijakan WFH dan dalam pernyataannya menyebut pendemo sebagai “orang tolol sedunia”. Meski kemudian mengklarifikasi ucapannya hanya ditujukan bagi pihak yang menyerukan pembubaran DPR, pernyataan itu terlanjur memperkeruh suasana. Influencer Ferry Irwandi bahkan menuding Sahroni ikut bertanggung jawab atas kekacauan yang berujung hilangnya nyawa rakyat.

Kesedihan mendalam juga disuarakan musisi Melanie Subono. Ia mengaku hatinya tersayat setelah melihat tragedi Affan. “Nggak neko-neko, rakyat nggak minta berlian atau naik private jet. Kami cuma pengen dijaga, didampingi, dibela,” tulis Melanie.

Nada duka senada datang dari dokter Tirta, yang menuntut pelaku segera diadili. “Permintaan maaf aja nggak cukup. Mengendarai mobil baja dengan kecepatan tinggi ke arah kerumunan itu nggak masuk akal sehat,” katanya. Ia menegaskan, peristiwa ini adalah dosa kemanusiaan yang tidak bisa ditebus dengan kompensasi semata.

Komika Bintang Emon menyoroti ketidakbijaksanaan aparat dalam menggunakan kekuasaan. “Lu punya pentungan, pistol, mobil, yang semuanya dari duit orang. Dengan power sebesar itu harusnya diisi orang bijaksana. Masalahnya, kalau masuknya pakai orang dalam, nyogok, apa punya kebijaksanaan itu?” kritiknya. Ia menegaskan, sasaran kemarahan rakyat sejatinya adalah DPR yang hidup dengan tunjangan besar di tengah rakyat kesulitan ekonomi.

Sementara itu, influencer otomotif Fitra Eri mengkritik keputusan polisi membawa rantis ke tengah kerumunan. Menurutnya, kendaraan berbobot berat dengan jarak pengereman panjang jelas berisiko fatal jika berada di tengah massa.

Tragedi Affan Kurniawan kini menjadi simbol krisis kepercayaan publik terhadap institusi negara. Aparat dituntut bertanggung jawab atas hilangnya nyawa, sementara DPR dipandang gagal menjalankan fungsi representasi rakyat. “Rakyat sudah makin susah hidupnya. Rakyat berhak menuntut keadilan,” tegas Jerome Polin, mewakili kegeraman banyak suara. (jpc)

Editor : Hanif
#affan #selebritas #tragedi #tertabrak #demo #Kritik DPR