KONFLIK antara Ashanty dan mantan karyawannya, Ayu Chairun Nurisa, terus memanas. Ayu, yang pernah bekerja di PT Hijau Dipta Nusantara, mengaku menjadi korban dugaan perampasan aset pribadi yang disebut dilakukan oleh istri musisi Anang Hermansyah itu.
Dalam keterangannya melalui video pada Jumat malam (3/10), Ayu menyampaikan bahwa aset pribadinya dirampas meski dirinya telah bersikap kooperatif terhadap proses hukum.
“Aku sudah bilang aku kooperatif, aku akan datang kalau dipanggil, aku tidak kabur. Tapi kenapa aset saya dirampas?” ujarnya.
Ayu menyebut perampasan terjadi dua kali. Pertama, saat dirinya diinterogasi di kantor Lumiere, dan kedua, ketika seseorang yang disebut sebagai utusan Ashanty datang ke rumahnya membawa sejumlah barang, termasuk sertifikat rumah dan perhiasan.
Meski sertifikat rumah telah dikembalikan, mobil dan perhiasan masih belum diterima kembali.
Kuasa hukum Ayu, Azman, mengecam tindakan tersebut dan menilai ada unsur tekanan serta intimidasi terhadap kliennya. “Klien kami merasa tertekan dan diintimidasi. Biarkan hukum yang bekerja, bukan tindakan sepihak seperti ini,” tegas Azman.
Kuasa hukum lainnya, Stifan Heriyanto, turut menjelaskan kronologi dugaan perampasan dan akses ilegal yang terjadi pada Mei 2025 di dua lokasi, yakni Lumiere Radio Dalam dan Cirendeu.
“Handphone, mobil, tas, KTP, laptop, bahkan akun m-banking diminta paksa oleh Ashanty melalui karyawannya, Mufida,” ungkap Stifan di kawasan Kukusan, Depok.
Beberapa hari kemudian, seorang karyawan bernama Aris disebut mendatangi rumah Ayu dan mengambil paksa kendaraan, sertifikat rumah, serta emas pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.
“Keluarga klien kami menyaksikan langsung kejadian itu. Mereka trauma dan ketakutan, tidak bisa berbuat apa-apa,” tambahnya.
Diketahui, Ayu Chairun Nurisa merupakan mantan karyawan bagian keuangan di perusahaan milik Ashanty. Sebelumnya, Ashanty melaporkan Ayu ke Polres Tangerang Selatan atas dugaan penggelapan.
Kini, Ayu melapor balik dengan tuduhan perampasan dan akses ilegal yang telah teregistrasi di Polres Jakarta Selatan serta Polres Tangerang Selatan. Kasus ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. *
Editor : Aristono Edi Kiswantoro