KONFLIK antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali memanas. Di balik isu hak asuh anak yang mandek, kedua belah pihak kini saling buka suara soal pengasuhan hingga nafkah ratusan juta rupiah yang sempat dituding tak dibayarkan.
Pihak Sarwendah mengakui bahwa anak-anak tidak menjalani pengasuhan bersama Ruben selama 2–3 hari dalam seminggu seperti yang disepakati.
Alasannya, anak bukan barang yang bisa “dipindah-pindah”. Bagi Sarwendah, parenting yang ideal adalah memberi anak kebebasan memilih tempat tinggal yang membuat mereka nyaman, tanpa memaksakan ego orang tua.
Namun kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, tegas menolak pandangan tersebut. Ia menilai anak tidak bisa dibiarkan menentukan semuanya sendiri karena belum memiliki pola pikir matang.
“Kita nggak bisa membiarkan anak kecil berpikir dan menentukan semuanya sendiri. Makanya ada hak asuh. Anak harus dibimbing orang tua,” tegasnya.
Menurut Minola, ketika anak menolak bertemu ayahnya, seorang ibu justru wajib memberikan pengertian. Ia menilai Ruben sudah dipersulit untuk sekadar bertemu, bahkan untuk mengantar anak ke sekolah saja tidak mudah.
Situasi makin memanas ketika muncul tudingan bahwa Ruben tidak menunaikan nafkah anak. Pihak Ruben langsung membongkar data transfer yang disebut rutin diberikan setiap tanggal 1.
Minola menyebut Ruben terakhir mentransfer Rp188 juta pada 1 November 2025 — angka yang menurutnya jauh lebih dari cukup untuk pemeliharaan dan pendidikan tiga anak.
Tak hanya nafkah anak, Ruben disebut masih membayarkan asuransi Sarwendah, meski keduanya resmi bercerai sejak September 2024.
“Kita tunjukkan bukan untuk mendiskreditkan. Ruben nggak mau ribet. Tagihan minta apa, dibayar,” ujar Minola.
Namun, ia menegaskan bahwa pembayaran tiket pesawat, bensin, hingga biaya rumah tangga Sarwendah tidak bisa dikategorikan sebagai nafkah anak.
Pihaknya juga menyebut draft perjanjian perceraian dibuat pihak Sarwendah, sehingga mereka hanya mengikuti apa yang tertulis.
Jordi Onsu Mau jadi Penengah
Di sisi lain, konflik keduanya membuat adik Ruben Onsu, yakni Jordi Onsu ikut buka suara. Ia menitipkan pesan khusus kepada Betrand Peto, anak sulung Sarwendah, agar tidak larut dalam pertikaian orang tua dan tetap fokus berkarya.
“Onyo baru beranjak dewasa. Jangan sampai dia merasakan patah hati yang sama seperti dulu,” ujar Jordi.
Jordi sendiri memilih tidak ikut campur dalam urusan finansial yang dianggap sangat sensitif. Ia berharap Ruben dan Sarwendah segera duduk bersama untuk menyelesaikan semua masalah secara baik-baik.
Perseteruan mereka memuncak setelah debt collector mendatangi rumah Sarwendah, mencari mobil cicilan atas nama Ruben.
Kejadian itu disebut membuat anak-anak ketakutan dan menjadi pemantik konflik yang kini melebar ke isu pengasuhan dan nafkah.
Di tengah semua kisruh, Jordi mengungkap bahwa komunikasinya dengan Ruben juga tidak lancar karena nomor kontaknya diblokir sang kakak sejak 2022. Meski begitu, ia menegaskan hubungan keluarga tetap baik dan mereka masih bertemu seperti biasa. (jpc)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro