PONTIANAK POST - Maia Estianty akhirnya angkat bicara soal isu panas yang sempat menghebohkan media sosial: kabar perselingkuhan sang suami, Irwan Mussry, dengan artis Yuni Shara.
Dengan nada tegas dan tanpa ragu, Maia menyebut isu tersebut sebagai hoaks murahan demi mengejar klik.
Pernyataan itu disampaikan Maia saat menjadi bintang tamu dalam konten video Aurel Hermansyah. Saat ditanya langsung soal gosip tersebut, Maia mengaku sama sekali tidak percaya.
“Sebagai orang yang tahu keadaan aslinya, reaksiku cuma, ‘Halah, ini apaan sih?’ Kurang ajar yang bikin berita hoaks itu. Paling juga butuh clickbait,” ujar Maia Estianty.
Ibunda Al, El, dan Dul itu menegaskan dirinya mengenal betul Yuni Shara, sehingga tak ada sedikit pun kecurigaan di benaknya.
Maia juga mengakui bahwa Irwan Mussry dan Yuni Shara memang memiliki kedekatan, namun sebatas hubungan pertemanan. “Kalau dekat, iya. Mereka memang dekat sebagai teman,” kata Maia.
Isu tersebut bahkan sempat membuat Yuni Shara merasa tak nyaman hingga akhirnya menghubungi Maia secara langsung. Dalam percakapan itu, Yuni menegaskan bahwa kabar yang beredar sama sekali tidak benar.
“Tante Yuni sampai telepon aku. Dia bilang, ‘May, iki piye kok aku digosipin sama bojomu?’ Aku jawab, ‘Ya nggak apa-apa, kita kan nggak ada masalah,’” ungkap Maia menirukan percakapan mereka.
Selain percaya pada Yuni Shara, Maia menegaskan keyakinannya terhadap sang suami. Menurutnya, Irwan Mussry bukan tipe pria yang mudah tergoda atau bermain api dengan perempuan lain.
“Aku tahu suamiku. Dia nggak sereceh itu, nggak semurah itu,” tandas Maia.
Diketahui, isu perselingkuhan Irwan Mussry dan Yuni Shara mencuat setelah Irwan memberikan dukungan pendanaan untuk PAUD milik Yuni Shara di Kota Batu, Jawa Timur. Dari aksi sosial itulah, gosip liar mulai berkembang dan menyeret nama keduanya.
Namun Maia memastikan, fakta di balik isu tersebut sangat jauh dari tudingan miring. Kedekatan Irwan Mussry dan Yuni Shara tak lebih dari hubungan pertemanan dan kepedulian sosial, tanpa unsur hubungan terlarang seperti yang ramai dibicarakan. (jpc)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro