PONTIANAK POST - Brand minuman teh kekinian Menantea resmi menghentikan seluruh operasionalnya pada 25 April 2026, setelah lima tahun beroperasi di industri minuman.
Keputusan ini disampaikan oleh Jehian Polin, pendiri Menantea bersama adiknya, Jerome Polin, sang youtuber dan kreator konten top.
Dalam pernyataannya, Jehian menyebut perjalanan bisnis ini sebagai “pelajaran yang sangat berharga”, meski harus berakhir dengan penutupan total.
Menantea dikenal sebagai salah satu brand minuman dengan pertumbuhan cepat.
Sejak berdiri pada April 2021, bisnis ini berkembang hingga memiliki lebih dari 200 gerai yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.
Namun di balik ekspansi tersebut, Jehian mengakui adanya sejumlah persoalan dalam operasional perusahaan.
Ia menyebut kurangnya riset terhadap mitra, tidak rutin melakukan audit keuangan, hingga munculnya indikasi masalah internal.
“Mulai dari mitra yang menyampaikan kondisi di lapangan, supplier dengan tagihan lama yang belum dibayar, hingga indikasi fraud di internal,” ujar Jehian Polin dalam Instagram pribadinya, Jumat (10/4/2026).
Untuk mengatasi persoalan tersebut, manajemen telah melakukan audit investigasi bersama kantor akuntan publik, menyelesaikan kewajiban kepada karyawan dan supplier, serta membenahi laporan keuangan dan pajak.
Proses ini berlangsung selama dua tahun terakhir dan sebagian besar menggunakan dana pribadi.
Meski demikian, upaya tersebut dinilai belum mampu memulihkan kepercayaan mitra dan pelanggan.
“Seluruh hal tersebut tidak akan bisa mengobati rasa kecewa mitra dan customer,” kata Jehian.
Atas pertimbangan itu, manajemen akhirnya memutuskan menghentikan seluruh operasional Menantea secara permanen. Keputusan ini diambil untuk mencegah masalah serupa terulang di masa depan.
Sebagai penutup, Menantea menggelar program clearance sale di sejumlah gerai hingga 25 April 2026.
"Hal ini sebagai bentuk dukungan kepada mitra yang masih beroperasi," pungkas kakak Jerome Polin. (ars)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro