PONTIANAK POST - Penyanyi Inggris, Dua Lipa, resmi menggugat Samsung sebesar 15 juta dolar AS atau sekitar Rp260 miliar.
Gugatan ini diajukan karena Samsung diduga menggunakan wajahnya pada kemasan televisi tanpa izin.
Melansir Variety, gugatan tersebut didaftarkan pada Jumat di Pengadilan Distrik Pusat California, Amerika Serikat.
Dua Lipa menuding Samsung memakai fotonya di kardus televisi untuk kepentingan pemasaran.
Baca Juga: Jennie BLACKPINK Rilis Album Ruby, Kolaborasi dengan Dua Lipa dan Doechii
Tudingan Pelanggaran Hak Cipta dan Publisitas
Dua Lipa menyatakan bahwa Samsung menggunakan fotonya secara menonjol dalam kampanye pemasaran massal.
Penggunaan tersebut diklaim terjadi tanpa sepengetahuan, tanpa kompensasi, dan tanpa persetujuan sang artis.
“Wajah Ms. Lipa digunakan tanpa persetujuan apa pun darinya,” demikian kutipan dalam dokumen gugatan tersebut, Sabtu (9/5) dilansir Antara.
Pihak Dua Lipa menyebut perusahaan elektronik asal Korea Selatan itu bersikap abai.
Pasalnya, Samsung menolak permintaan untuk menghentikan pemakaian foto tersebut meski sudah diminta sebelumnya.
Baca Juga: Ed Sheeran Tampil Botak Usai Sembuh dari Penyakit Shingles, Sebut sebagai ‘Fresh Start’
Foto Diambil dari Festival Musik 2024
Foto yang dipermasalahkan diambil di belakang panggung Austin City Limits Festival pada 2024.
Dua Lipa mengeklaim memiliki hak cipta penuh atas foto tersebut dan sangat selektif dalam memilih kerja sama.
Dokumen gugatan juga menyertakan bukti komentar pengguna di platform X. Beberapa konsumen mengaku membeli televisi Samsung hanya karena melihat foto Dua Lipa pada kemasan produk.
“Saya awalnya tidak berniat membeli TV, tapi setelah melihat kotaknya saya jadi membelinya,” tulis salah satu komentar netizen.
Baca Juga: Britney Spears Mengaku Bersalah atas Kasus Mengemudi Sembrono di California
Dugaan Kerugian Citra Merek Premium
Gugatan ini mencakup dugaan pelanggaran hak publisitas California, Undang-Undang Lanham federal, serta pelanggaran merek dagang.
Selama ini, Dua Lipa dikenal sangat menjaga citranya sebagai “merek premium”.
Pihak pelapor menegaskan tidak pernah ada kerja sama resmi antara kedua pihak. Hingga berita ini diturunkan, pihak Samsung belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan tersebut.(ant)