PONTIANAK POST - Barang mewah tak selalu bicara soal gaya hidup dan kemewahan.
Di balik tas mahal dan gaun desainer, ada obsesi, kepalsuan, hingga ambisi untuk diterima dalam lingkaran elite.
Hal itulah yang menjadi napas utama serial kriminal The Art of Sarah.
Misteri Mayat Perempuan di Pusat Perbelanjaan Mewah
Pusat perbelanjaan barang mewah di Seoul digemparkan dengan penemuan mayat seorang perempuan di gorong-gorong.
Baca Juga: Cinta Gelap dan Rumit di Balik Romansa Wuthering Heights
Sang korban mengenakan gaun desainer dan tas mewah.
Detektif Park Mu-gyeong (Lee Jun-hyuk) kemudian mengusut kasus tersebut.
Korban diketahui bernama Sarah Kim, perempuan misterius pemilik jenama barang mewah Boudoir.
Namun, Mu-gyeong kesulitan menemukan identitas asli maupun latar belakang Sarah.
Dia akhirnya menginterogasi orang-orang yang pernah bertemu, bekerja sama, hingga ditipu oleh Sarah.
Baca Juga: Margot Robbie Sebut Wuthering Heights Penuh Ledakan Emosi dan Tangisan Mendalam
Dari Pegawai Butik Menjadi Pebisnis Barang Mewah
Belakangan diketahui, Sarah yang awalnya bernama Mok Gu-hui merupakan pegawai butik yang terobsesi dengan barang-barang mewah.
Namun, kehidupan pas-pasan membuatnya tak mampu memiliki semua yang diinginkannya.
Obsesi tersebut mendorong Sarah membangun jenama barang mewah Boudoir dari uang yang dikumpulkannya sendiri.
Namun, bisnis itu berdiri di atas klaim palsu dan identitas yang dimanipulasi.
Boudoir disebut sebagai produk luar negeri dan diklaim pernah digunakan keluarga kerajaan Eropa.
Baca Juga: Remaja dan AI: Drama Esok Tanpa Ibu Menyoroti Kehilangan dan Teknologi Masa Kini
Meski penuh kepalsuan, citra glamor itu justru berhasil menarik perhatian kalangan elite dan selebritas.
Dunia Fashion Mewah yang Sarat Kepalsuan
Selama delapan episode, The Art of Sarah memperlihatkan sisi gelap industri fashion mewah.
Serial orisinal Netflix ini menampilkan bagaimana barang KW, penghindaran audit, hingga pemalsuan identitas menjadi bagian dari bisnis glamor tersebut.
Sarah juga digambarkan sebagai sosok yang sangat lihai membaca situasi.
Dia membangun koneksi dengan pihak berpengaruh demi memperkuat bisnisnya dan menghindari jerat hukum.
Baca Juga: Film Suamiku Lukaku: Ayu Azhari Edukasi Anak Soal Hubungan Toxic
Namun, kepalsuan yang dibangunnya perlahan berubah menjadi ancaman. Salah satu orang terdekatnya akhirnya mengkhianatinya.
Adu Kecerdasan Sarah dan Detektif Mu-gyeong
Sutradara Kim Jin-min menyebut hubungan Sarah dan Mu-gyeong menjadi salah satu daya tarik utama serial ini.
“Seseorang yang mengejar hasratnya, dikejar oleh seseorang yang berusaha menangkapnya,” jelas Jin-min, dikutip dari The Korea Times, dilansir dari Jawapos.
Mu-gyeong terus dibuat kebingungan karena setiap informasi baru tentang Sarah justru membuat kasus semakin rumit.
Ketegangan antara keduanya membangun atmosfer investigasi yang penuh misteri dan plot twist.
Baca Juga: Film Mick Jagger 'Three Incestuous Sisters' Digarap, Ini Bocoran Perannya
Shin Hae-sun dinilai berhasil menampilkan transformasi Sarah dari pegawai biasa menjadi pengelola bisnis barang mewah dengan emosi yang kompleks.
“Sarah itu misterius dan punya banyak wajah. Saya sampai harus mencoba berbagai makeup dan rambut palsu. Saya sebenarnya tidak nyaman jika harus demikian, tapi ketika memerankan Sarah, saya malah menikmatinya,” ujar Hae-sun.
Sementara itu, Lee Jun-hyuk tampil kuat sebagai Mu-gyeong lewat karakter detektif yang serius dan tegas saat memburu identitas asli Sarah. (*)
Editor : Chairunnisya