Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Thriller The Art of Sarah Tampilkan Obsesi Menjadi Bagian Kalangan Elite

Chairunnisya • Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:25 WIB
Adegan dalam The Art of Sarah (NETFLIX)
Adegan dalam The Art of Sarah (NETFLIX)

PONTIANAK POST - Keinginan untuk diterima dalam lingkungan elite terkadang membuat seseorang rela kehilangan jati dirinya.

The Art of Sarah menghadirkan thriller kriminal yang memperlihatkan bagaimana ambisi dan hasrat status sosial bisa berubah menjadi obsesi berbahaya.

Sarah dan Ambisi Menjadi Bagian Kalangan Elite

Sarah Kim awalnya hanyalah pegawai butik biasa bernama Mok Gu-hui.

Hidup sederhana membuatnya hanya bisa memandangi barang-barang mewah yang tak mampu dibelinya.

Baca Juga: The Art of Sarah Bongkar Sisi Gelap Industri Fashion Mewah Seoul

Namun, keinginan untuk hidup seperti kalangan atas membuat Sarah mengambil jalan berbahaya.

Dia membangun jenama barang mewah Boudoir dengan berbagai klaim palsu demi menciptakan citra eksklusif.

Mulai dari identitas pribadi hingga latar belakang bisnis, semuanya dibangun di atas kepalsuan.

Anehnya, strategi itu justru berhasil menarik perhatian para sosialita dan selebritas.

Baca Juga: Margot Robbie Sebut Wuthering Heights Penuh Ledakan Emosi dan Tangisan Mendalam

Sisi Gelap Dunia Fashion dan Ambisi Sosial

Serial ini memperlihatkan bagaimana industri fashion mewah bisa dipenuhi manipulasi dan pencitraan.

Barang palsu, identitas samaran, hingga penghindaran hukum menjadi bagian dari permainan yang dijalankan Sarah.

The Art of Sarah juga menyoroti persoalan klasik tentang seseorang dari kelas bawah yang berusaha tampil setara dengan kalangan elite.

Fashion mewah menjadi simbol status sosial sekaligus alat untuk mendapatkan pengakuan.

Sarah digambarkan sangat cermat dalam membangun koneksi.

Dia mendekati orang-orang berpengaruh demi memperkuat bisnis dan melindungi dirinya dari ancaman hukum.

Baca Juga: Film Suamiku Lukaku: Ayu Azhari Edukasi Anak Soal Hubungan Toxic

Hubungan Sarah dan Mu-gyeong Jadi Pusat Ketegangan

Ketegangan utama serial ini terletak pada hubungan Sarah dan Detektif Park Mu-gyeong.

“Seseorang yang mengejar hasratnya, dikejar oleh seseorang yang berusaha menangkapnya,” jelas sutradara Kim Jin-min, dikutip dari The Korea Times.

Mu-gyeong terus berusaha mengungkap identitas asli Sarah. Namun, setiap fakta baru justru membuat kasus semakin rumit.

Baca Juga: Cinta Gelap dan Rumit di Balik Romansa Wuthering Heights

Dinamika keduanya menghadirkan ruang interogasi penuh ketegangan dan pengungkapan plot twist yang membuat cerita terus bergerak.

Akting Shin Hae-sun dan Lee Jun-hyuk Jadi Kekuatan Serial

Shin Hae-sun tampil menonjol lewat karakter Sarah yang memiliki banyak wajah dan emosi.

Transformasinya dari pegawai biasa menjadi pengusaha misterius terasa meyakinkan.

“Sarah itu misterius dan punya banyak wajah. Saya sampai harus mencoba berbagai makeup dan rambut palsu. Saya sebenarnya tidak nyaman jika harus demikian, tapi ketika memerankan Sarah, saya malah menikmatinya,” ujar Hae-sun.

Sementara itu, Lee Jun-hyuk berhasil menghadirkan karakter Mu-gyeong sebagai detektif yang tenang, serius, dan penuh rasa penasaran.

“Hasrat Sarah mengejar ambisinya terlihat menarik. Cerita seperti ini sangat perlu dan bisa beresonansi dengan banyak orang di dunia,” ujar Jun-hyuk. (*)

Editor : Chairunnisya
#film #drama