Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

GOAT Sajikan Kisah Kambing Mungil Mengejar Mimpi Liga Roarball Profesional

Chairunnisya • Minggu, 24 Mei 2026 | 06:18 WIB
Will Harris (Caleb McLaughlin) melakukan tembakan ke keranjang bola dalam sebuah adegan di GOAT. Will awalnya dipandang sebelah mata hingga sebuah momen membuat kemampuannya diperhitungkan. (SONY PICTURES ANIMATION-COLUMBIA PICTURES)
Will Harris (Caleb McLaughlin) melakukan tembakan ke keranjang bola dalam sebuah adegan di GOAT. Will awalnya dipandang sebelah mata hingga sebuah momen membuat kemampuannya diperhitungkan. (SONY PICTURES ANIMATION-COLUMBIA PICTURES)

PONTIANAK POST - Tidak semua mimpi lahir dari keadaan ideal. Kadang, mimpi justru tumbuh dari keraguan orang lain.

Itulah yang dialami Will Harris, seekor kambing muda bertubuh kecil yang ingin menjadi pemain roarball profesional dalam film animasi GOAT.

Mimpi Besar di Tengah Keraguan

Sejak kecil, Will (Luke Cimity) tumbuh dengan kecintaan pada roarball, olahraga penuh kontak fisik yang menjadi hiburan utama di kotanya.

Baca Juga: Tiga Pengacara Perempuan Bongkar Jaringan Prostitusi dalam Drama Korea Honour

Ia mengidolakan para pemain bintang yang dielu-elukan bak pahlawan. Di lapangan kecil dekat rumahnya, Will berlatih tanpa lelah sambil membayangkan namanya diteriakkan ribuan penonton.

Namun ketika dewasa, jalan menuju mimpi ternyata tidak mudah. Will (Caleb McLaughlin) masih berjuang dari bawah sambil bekerja serabutan demi bertahan hidup.

Ia terus mencoba masuk liga profesional, tetapi berulang kali ditolak karena ukuran tubuhnya dianggap tidak memenuhi standar.

Baca Juga: Rachel Amanda dan Rifnu Wikana Tampil Solid dalam Film Suka Duka Tawa

’’Terlalu kecil untuk liga utama” menjadi kalimat yang akrab di telinganya.

Viral dan Mulai Diperhitungkan

Keadaan semakin rumit ketika Will harus menghadapi Mane Attraction (Aaron Pierre), pemain besar yang menjadi simbol dominasi fisik di liga.

Kekalahan demi kekalahan membuat rasa percaya dirinya mulai goyah.

Nasib Will berubah lewat sebuah momen tak terduga. Cuplikan pertandingan jalanan yang memperlihatkan kelincahannya mendadak viral.

Dalam video itu, Will mampu mengecoh lawan dengan gerakan cepat yang sulit ditebak. Publik mulai membicarakannya. Sosok yang sebelumnya diremehkan perlahan mulai diperhitungkan.

Kesempatan besar akhirnya datang ketika tim Thorns memberinya kontrak sebagai pemain cadangan. Meski bukan posisi utama, kesempatan itu menjadi pintu pertama menuju impiannya.

Pembuktian di Dalam dan Luar Lapangan

Masuk ke tim profesional ternyata bukan akhir perjuangan. Tatapan sinis dari rekan satu tim menjadi ujian pertama yang harus dihadapi Will. Di lapangan, setiap menit bermain terasa seperti pertaruhan harga diri.

Baca Juga: Nagita Slavina Sebut Film Timur Punya Drama Emosional yang Sangat Kuat

Film ini mengikuti transformasi Will dari sosok yang dipandang sebelah mata menjadi pemain yang mulai dihormati berkat kerja keras dan konsistensinya.

Meski mengusung pola klasik film olahraga tentang underdog yang bangkit, GOAT tetap mampu menghadirkan cerita yang menghibur sekaligus emosional.

Pesan tentang keberanian untuk tetap berdiri ketika diremehkan menjadi kekuatan utama film ini.

’’Saya harap anak-anak melihat diri mereka di Will, di Jett, di seluruh tim. Kita butuh inspirasi sekarang,” lanjut Dillihay soal pesan yang ingin disampaikan lewat film. (*)

Editor : Chairunnisya
#film