PONTIANAK POST - Film olahraga tidak hanya mengandalkan cerita perjuangan karakter utama. Dalam GOAT, kekuatan visual dan atmosfer pertandingan juga menjadi elemen penting yang membuat film ini terasa hidup.
PONTIANAK POST - Film olahraga tidak hanya mengandalkan cerita perjuangan karakter utama. Dalam GOAT, kekuatan visual dan atmosfer pertandingan juga menjadi elemen penting yang membuat film ini terasa hidup.
Disutradarai oleh Tyree Dillihay, GOAT diproduksi oleh Sony Pictures Animation, studio yang dikenal piawai menghadirkan animasi dengan energi visual dinamis.
Dunia hewan antropomorfik dalam film ini dibuat penuh warna dengan desain karakter ekspresif serta gerakan pertandingan yang intens.
Baca Juga: GOAT Sajikan Kisah Kambing Mungil Mengejar Mimpi Liga Roarball Profesional
Penonton diajak masuk ke arena roarball yang penuh benturan fisik, kecepatan, dan tekanan kompetisi.
’’Kami ingin memanfaatkan semua kemungkinan dari dunia hewan ini. Banyak momen komedi, momen autentik, dan hal-hal konyol yang jadi kesempatan luar biasa bagi animator. Ini untuk menghibur penonton. Kenapa tidak?” kata Dillihay soal pendekatan kreatif visual film melansir Beautiful Ballad.
Adegan pertandingan menjadi salah satu kekuatan utama GOAT. Pergerakan kamera yang dinamis dan tempo cepat membuat setiap duel terasa menegangkan.
Penonton seolah ikut berlari, melompat, dan bertabrakan bersama para karakter.
Baca Juga: Gema Emas 2045 Lewat Film Pendek Langkah Kedua, Ajak Anak Muda Terus Gali Potensi Diri Agar Dikenal
Film ini juga menghadirkan kejutan lewat keterlibatan Stephen Curry sebagai pengisi suara karakter Lenny Williamson.
Kehadiran bintang NBA tersebut memberi sentuhan autentik pada atmosfer kompetisi roarball yang terinspirasi dari dunia basket profesional.
’’Stephen datang dengan rendah hati. Dia berkata, ‘Saya bisa dilatih.’ Proses pengisi suara itu intens sampai dia berkeringat seperti bermain empat kuarter,’’ sambung Dillihay lagi.
Baca Juga: Nobar Film Jumbo Jadi Cara POPTI Kalbar Edukasi dan Motivasi Anak Thalasemia
Sementara itu, Caleb McLaughlin yang mengisi suara Will mengaku memiliki kedekatan emosional dengan karakter tersebut.
’’Saya benar-benar memahami dorongan Will untuk membuktikan diri ketika banyak orang meragukannya. Itu sesuatu yang sangat manusiawi,’’ ucap McLaughlin melansir CinemaBlend.
Dari sisi cerita, GOAT memang masih memakai formula klasik film olahraga: sosok underdog yang diremehkan, mendapat kesempatan, lalu perlahan membalikkan keadaan.
Baca Juga: Film Pendek Karya Anak Kalbar; Jejak Dakwah Islam Syekh Al Maghribi di Tanah Kayong
Bagi penonton dewasa, pola tersebut mungkin terasa familier. Namun, eksekusi visual yang energik dan pesan emosional yang ringan membuat film ini tetap menghibur untuk berbagai usia.
GOAT juga membawa pesan sederhana tetapi relevan: kebesaran tidak selalu ditentukan ukuran tubuh, melainkan ketekunan dan keberanian untuk terus melangkah meski diremehkan orang lain. (*)
Minggu, 24 Mei 2026 | 20:00 WIB
Minggu, 24 Mei 2026 | 18:12 WIB
Minggu, 24 Mei 2026 | 18:00 WIB
Minggu, 24 Mei 2026 | 17:54 WIB
Minggu, 24 Mei 2026 | 17:54 WIB
Minggu, 24 Mei 2026 | 17:39 WIB
Minggu, 24 Mei 2026 | 16:58 WIB
Minggu, 24 Mei 2026 | 16:46 WIB
Minggu, 24 Mei 2026 | 16:42 WIB
Minggu, 24 Mei 2026 | 16:35 WIB
Minggu, 24 Mei 2026 | 16:27 WIB
Minggu, 24 Mei 2026 | 15:56 WIB
Minggu, 24 Mei 2026 | 11:49 WIB
Minggu, 24 Mei 2026 | 11:29 WIB
Minggu, 24 Mei 2026 | 11:12 WIB
Minggu, 24 Mei 2026 | 10:53 WIB
Minggu, 24 Mei 2026 | 10:50 WIB
Minggu, 24 Mei 2026 | 10:35 WIB
Minggu, 24 Mei 2026 | 10:17 WIB
Minggu, 24 Mei 2026 | 10:04 WIB
Minggu, 24 Mei 2026 | 09:48 WIB
Minggu, 24 Mei 2026 | 09:43 WIB
Minggu, 24 Mei 2026 | 08:45 WIB
Minggu, 24 Mei 2026 | 08:41 WIB
Minggu, 24 Mei 2026 | 08:24 WIB
Minggu, 24 Mei 2026 | 08:21 WIB
Minggu, 24 Mei 2026 | 08:10 WIB
Minggu, 24 Mei 2026 | 07:51 WIB