PONTIANAK POST - Pixar kembali menghadirkan animasi dengan pesan emosional lewat Hoppers.
Kali ini, studio animasi tersebut mengangkat hubungan manusia, hewan, dan lingkungan dalam balutan komedi absurd serta sentuhan fiksi ilmiah.
Cerita berpusat pada Mabel Tanaka (Piper Curda), remaja yang memiliki kedekatan kuat dengan alam dan hewan.
Baca Juga: Film Animasi Hoppers Angkat Isu Lingkungan dengan Cara Absurd dan Menghibur
Bagi Mabel, hewan bukan sekadar makhluk hidup, melainkan teman sesama penghuni bumi.
Teknologi yang Membuka Perspektif Baru
Konflik bermula ketika lahan terbuka favorit Mabel terancam dihancurkan demi pembangunan jalan raya oleh Walikota Jerry Generazzon (Jon Hamm).
Di tengah upayanya menyelamatkan area tersebut, Mabel menemukan robot berang-berang ciptaan Dr. Sam (Kathy Najimy).
Baca Juga: Digarap Tiga Tahun, Film Animasi Panji Tengkorak Siap Menggebrak Bioskop Nasional
Robot itu menggunakan teknologi bernama Hoppers yang memungkinkan manusia “menjadi” hewan.
Dengan memasukkan kesadarannya ke sistem robot, Mabel bisa memahami bahasa hewan dan melihat dunia dari perspektif mereka.
Hewan Jadi Fokus Utama Cerita
Lewat pendekatan itu, Hoppers menunjukkan bahwa hewan merupakan pihak yang paling terdampak saat habitat mereka rusak.
Baca Juga: Film Animasi “Merah Putih One for All” Panen Kritik Jelang Tayang
Namun dalam kenyataannya, mereka tak memiliki suara untuk menyampaikan keberatan.
Film ini kemudian membayangkan situasi “bagaimana jika hewan bisa bicara dan melawan manusia?”. Dari situ lahir berbagai adegan unik dan menghibur.
Mulai dari dewan hewan, berang-berang yang memimpin tarian, hingga hiu terbang menjadi bagian dari kejenakaan cerita.
Dibuat Lewat Riset Alam
Meski penuh humor dan absurditas, Hoppers tetap dibangun lewat riset serius.
Baca Juga: Semesta Avatar Diperluas, James Cameron Siapkan Serial Animasi dan Film Streaming Bertema Pandora
Para pembuat film melakukan perjalanan lapangan, termasuk ke Taman Nasional Yellowstone.
“Kami melakukan perjalanan lapangan, salah satunya ke Taman Nasional Yellowstone selama satu minggu,” ujar sutradara Daniel Chong dalam pernyataan tertulis yang diterima Jawa Pos (Pontianak Post grup).
“Pemandu kami di taman nasional bilang, bahwa saat berkunjung ke rumah para hewan, kamu adalah tamu. Itu menjadi momen yang mengubah perspektif kami, karena seringkali justru kita merasa alam yang berada di ruang kita,” papar Chong.
Baca Juga: 'Jumbo' Jadi Film Animasi Pertama yang Tembus 9 Juta Penonton di Indonesia
Pesan Lingkungan yang Tetap Mengena
Kalimat tersebut menjadi inti cerita Hoppers.
Film ini menyoroti bagaimana manusia sering merasa memiliki kuasa penuh atas alam, padahal manusia hanyalah bagian kecil dari ekosistem.
Karena itu, Hoppers hadir bukan sekadar sebagai animasi hiburan, tetapi juga pengingat tentang pentingnya menjaga ruang hidup alam dan hewan liar. (*)
Editor : Chairunnisya