PONTIANAK POST - Daya tarik utama Girl from Nowhere sejak awal terletak pada kemampuannya mengangkat sisi gelap kehidupan remaja dan dunia pendidikan.
Formula tersebut kembali dipertahankan dalam Girl from Nowhere: The Reset, tetapi dengan pendekatan cerita yang sedikit berbeda.
Nanno Kembali Muncul di Sekolah-Sekolah Berbeda
Dilansir dari Jawapos, konsep cerita masih serupa dengan serial pendahulunya. Nanno hadir secara misterius di berbagai sekolah untuk membantu membalas perbuatan buruk yang dilakukan murid maupun staf sekolah.
Baca Juga: Girl from Nowhere: The Reset, Wajah Baru Nanno yang Lebih Berani dan Ekstrover
Asal-usulnya tetap menjadi misteri. Di episode pertama, Nanno membantu Sky (Prudtichai Ruayfupant), korban perundungan yang ingin membalas perlakuan Jom (Nuttawat Thanathaveeprasert).
Namun, setelah mendapatkan kesempatan membalas dendam, Sky justru menjadi terobsesi pada Nanno. Ia bertekad mengikuti ke mana pun Nanno pergi.
Ketika Nanno muncul di sekolah-sekolah lain pada episode berikutnya, sosok Sky terus muncul. Motivasinya belum terungkap sepenuhnya, tetapi Nanno menyadari ketertarikan Sky terhadap dirinya.
Baca Juga: Boyfriend on Demand, Romansa Virtual yang Sekaligus Menyindir Drama Korea
Korban Kini Menjadi Bagian Penting Pembalasan
Dari sisi cerita, serial ini kembali mengeksplorasi berbagai persoalan seperti perundungan, pelecehan seksual, kesombongan orang dewasa, hingga rasa tidak percaya diri.
Momen pembalasan disajikan secara keji, tetapi di saat yang sama juga menghadirkan unsur jenaka yang melahirkan nuansa komedi gelap khas serial ini.
Perbedaan paling menonjol dibandingkan musim sebelumnya terletak pada peran para korban. Jika sebelumnya aksi pembalasan lebih banyak menjadi milik Nanno, kini para korban ikut berperan aktif.
Baca Juga: Laura Moane dan Rizky Nazar Bintangi Drama Religi Penuh Konflik Emosional
Nanno hadir sebagai pemantik yang mendorong korban untuk mengambil tindakan dan membela diri. Mereka menyusun rencana, mengambil keputusan, dan menjalankan aksinya sendiri.
Setelah konflik mencapai puncak, barulah Nanno turun tangan dengan caranya yang ekstrem namun tetap dibawakan dengan ekspresi ceria yang menjadi ciri khasnya.
Pendekatan ini membuat Girl from Nowhere: The Reset tidak hanya berfokus pada hukuman bagi pelaku, tetapi juga pada keberanian korban untuk melawan dan memperjuangkan dirinya sendiri. (*)
Editor : Chairunnisya