PONTIANAK POST - Taylor Swift resmi mencetak sejarah baru setelah nilai kekayaannya mencapai US$2 miliar atau sekitar Rp36 triliun. Pembaruan data yang dirilis Forbes pada 2026 menempatkan penyanyi berusia 36 tahun itu sebagai musisi perempuan terkaya dalam sejarah industri musik.
Pencapaian tersebut berkat kesuksesan tur dunia dan kepemilikan penuh atas karya-karyanya. Swift selama beberapa tahun terakhir dikenal getol memperjuangkan hak kepemilikan musik bagi para musisi.
Keberhasilannya tidak hanya mencerminkan dominasi komersial, tetapi juga mengubah cara industri memandang kontrol kreatif seorang artis.
Forbes Tetapkan Kekayaan Taylor Swift Capai US$2 Miliar
Forbes mengungkapkan nilai kekayaan terbaru Taylor Swift melalui daftar "Iconoclast 50", sebuah penghargaan yang diberikan kepada tokoh-tokoh berpengaruh yang dinilai berhasil mengubah aturan permainan di berbagai sektor, mulai dari bisnis hingga hiburan.
Baca Juga: Taylor Swift Absen AMAs 2026: Padahal Borong Nominasi Terbanyak
Menurut Forbes, Swift menjadi salah satu penulis lagu paling sukses secara komersial sepanjang masa.
Langkah beraninya pada 2020 untuk merekam ulang sebagian besar katalog musiknya menjadi titik balik yang mengubah lanskap industri rekaman.
Melalui strategi tersebut, royalti dari lagu-lagunya mengalir langsung ke dirinya. Keputusan itu juga mendorong banyak musisi lain untuk lebih memperhatikan kepemilikan karya dan hak ekonomi atas musik yang mereka ciptakan.
The Eras Tour Jadi Mesin Penghasil Uang Terbesar dalam Sejarah Konser
Lonjakan kekayaan Taylor Swift tidak lepas dari kesuksesan fenomenal The Eras Tour. Pada 2024, tur tersebut resmi menjadi tur konser dengan pendapatan tertinggi dalam sejarah dunia.
Forbes mencatat The Eras Tour menghasilkan pendapatan sekitar US$2,2 miliar. Angka itu menjadikannya tur musik paling sukses yang pernah digelar oleh seorang artis.
Baca Juga: BTS Hadiri AMA 2026, Siap Berebut Trofi Utama Melawan Taylor Swift, Bruno Mars, dan Lady Gaga
Keberhasilan tersebut membawa Swift masuk ke jajaran miliarder dunia. Dari pendapatan tur itu pula, ia dilaporkan menggunakan dana sekitar US$360 juta untuk membeli kembali master rekaman asli katalog musiknya.
Langkah tersebut dianggap sebagai kemenangan besar bagi para kreator.
Banyak pengamat industri menilai keberhasilan Swift menunjukkan bahwa seorang artis dapat mempertahankan kendali atas karya sekaligus tetap mencapai kesuksesan finansial luar biasa.
Perjuangan Kepemilikan Musik yang Menginspirasi Musisi Dunia
Di balik angka kekayaan fantastis itu, kisah Taylor Swift juga menjadi simbol perjuangan hak kreatif di industri hiburan.
Ketika hak atas master rekaman awalnya berpindah tangan, Swift memilih jalur yang tidak lazim dengan merekam ulang album-album lamanya. Proses itu membutuhkan investasi besar, waktu panjang, serta risiko bisnis yang tidak kecil.
Namun strategi tersebut terbukti berhasil. Album-album versi "Taylor's Version" mendapat sambutan kuat dari penggemar dan pasar global.
Banyak musisi muda kini menjadikan langkah Swift sebagai contoh bahwa kepemilikan karya memiliki nilai strategis jangka panjang.
Forbes menilai pendekatan tersebut menjadi salah satu alasan utama mengapa pengaruh Swift melampaui dunia musik.
Baca Juga: Miley Cyrus Raih Bintang Hollywood Walk of Fame, Anya Taylor-Joy Beri Pidato Haru
Masih di Bawah Jay-Z, tetapi Ungguli Rihanna dan Beyoncé
Meski kini menyandang gelar musisi perempuan terkaya di dunia, Taylor Swift belum menjadi musisi terkaya secara keseluruhan.
Data Forbes menunjukkan kekayaan Jay-Z mencapai sekitar US$2,8 miliar. Sementara itu, Rihanna serta Beyoncé masing-masing memiliki kekayaan sekitar US$1 miliar.
Dengan nilai US$2 miliar, Swift kini berada di posisi tertinggi di antara seluruh musisi perempuan dunia.
Rumor Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce Kian Menguat
Di tengah kabar kesuksesan finansialnya, perhatian publik juga tertuju pada hubungan pribadi Taylor Swift dengan Travis Kelce.
Sejumlah laporan media internasional menyebut pasangan tersebut dikabarkan tengah mempersiapkan pernikahan yang kemungkinan berlangsung pada musim panas 2026.
Beberapa rumor menyebut acara itu dapat digelar sekitar perayaan 4 Juli di New York City. Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Swift maupun Kelce mengenai tanggal dan lokasi pernikahan.
Spekulasi mengenai daftar tamu undangan juga terus berkembang. Sejumlah figur publik disebut telah mengonfirmasi kabar tersebut, sementara beberapa selebritas lain secara terbuka menyatakan tidak menerima undangan.
Meski demikian, fokus utama publik saat ini tetap tertuju pada pencapaian bersejarah Swift yang berhasil mengubah kesuksesan musik menjadi kekuatan ekonomi sekaligus simbol perjuangan hak kreatif para artis.*
Editor : Uray Ronald