PONTIANAK POST - Menjaga kebugaran di tengah kesibukan bukan perkara mudah. Namun bagi Fanny Ghassani, olahraga sudah menjadi bagian penting dari rutinitas yang tak bisa ditinggalkan.
Aktris berusia 35 tahun itu bahkan tengah menjalani persiapan khusus untuk menghadapi ajang HYROX pertamanya.
Dilansir dari Jawapos, dalam beberapa bulan terakhir, Fanny menjalani latihan fisik intensif untuk mengikuti AirAsia HYROX Jakarta 2026 yang akan digelar di NICE PIK 2 pada 27-28 Juni mendatang.
Baca Juga: Hobi Lari Maraton? Kenali Risikonya, Dokter Ungkap Bahaya Olahraga Berlebihan bagi Kesehatan Jantung
Menjelang kompetisi tersebut, ia memprioritaskan latihan kekuatan dan lari sebagai bagian utama persiapannya.
Fokus Strength Training dan Lari
Sebulan menjelang HYROX, Fanny mengaku memberikan perhatian lebih pada target olahraga yang ingin dicapainya tahun ini.
"Tahun ini aku lagi memprioritaskan yang mau aku capai, yaitu HYROX. Jadi, lebih banyak strength training dan fokus di lari. Soalnya waktu olahragaku kan beda sama yang the real influencer kesehatan kan. Untuk lari, aku di treadmill aja sih, soalnya aku kurang nyaman kalau lari di luar," ujarnya.
Baca Juga: Hindari Cedera, Ini Teknik dan Persiapan Olahraga Lari yang Aman dan Nyaman
Meski rutin berolahraga, Fanny mengakui bahwa lari masih menjadi tantangan terbesar dalam persiapannya menuju HYROX.
Tantangan Terbesar Ada pada Lari
Menurut Fanny, kemampuan berlari dalam durasi panjang masih menjadi hal yang terus ia latih.
"Lari masih challenging buat aku. Karena paling nggak aku harus bisa lari 1,5-2 jam tanpa ngos-ngosan. Nah, atur napasnya itu yang lumayan sulit. Lagi pula lari itu bukan olahraga yang aku tekuni."
Baca Juga: Olahraga Lari tidak Disarankan untuk Orang dengan Obesitas, Ini Penjelasan Dokter
Karena itu, selain meningkatkan daya tahan fisik, ia juga berusaha membangun ritme dan pengaturan napas yang lebih baik selama berlari.
Tidak Terlalu Ketat Mengatur Pola Makan
Di tengah persiapan kompetisi, Fanny mengaku tidak menerapkan pantangan makanan yang terlalu ketat. Ia justru menyesuaikan kebutuhan tubuh dengan jenis latihan yang dijalani.
"Justru kalau lari yang paling banyak dibutuhin karbohidrat, ya. Jadi, aku nggak terlalu jaga banget makanan. Dan dari dulu aku nggak pernah strict sama makanan, justru malah mencoba menikmati. Cuma memang aku nggak makan yang terlalu banyak minyak dan konsumsi makanan dari terigu, pastinya, karena aku harus jaga badan."
Baca Juga: 5 Olahraga Ini Bakar Kalori Lebih Banyak dari Lari, Efektif Turunkan Berat Badan
Baginya, menjaga pola makan tetap penting, tetapi tidak sampai menghilangkan kenikmatan dalam menikmati makanan sehari-hari.
Target Utama Adalah Menyelesaikan Lomba
Berbeda dengan sebagian peserta yang mengejar catatan waktu tertentu, Fanny memiliki target yang lebih sederhana pada HYROX perdananya.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Smartwatch Terbaik 2026 untuk Olahraga dan Aktivitas Harian dari Murah hingga Premium
"Nggak ada. Kayaknya prioritasku yang penting bisa selesai aja deh. Banyak, kok, yang akhirnya nggak bisa selesai karena keram, kecapekan, bahkan sampai masuk rumah sakit. Lagi pula aku nggak punya background atlet juga kan."
Ia memilih fokus menyelesaikan seluruh rangkaian pertandingan dengan aman dibanding membebani diri dengan target waktu tertentu.
Olahraga Mengajarkan Fokus pada Diri Sendiri
Selain manfaat fisik, Fanny juga merasakan dampak positif olahraga terhadap kesehatan mental dan cara pandangnya dalam menjalani kehidupan.
"Dari sisi psikologis, sebenarnya olahraga itu mengingatkan kita tentang bagaimana cara kita menjalani hidup. Nggak usah melihat orang lain, tapi fokus ke progres diri sendiri aja. Misal lari, nggak usah ngejar pace orang lain karena kita semua punya proses latihan dan kapasitas diri yang berbeda-beda."
Menurutnya, olahraga mengajarkan setiap orang untuk menghargai proses dan perkembangan diri tanpa harus membandingkan diri dengan orang lain.
Tuntutan Profesi Jadi Motivasi Menjaga Kebugaran
Konsistensi Fanny berolahraga juga didorong oleh kesadaran akan kebutuhan tubuhnya serta tuntutan pekerjaannya di dunia televisi.
Baca Juga: Jarang Gerak dan Olahraga? Ini 10 Dampak Serius pada Tubuh yang Perlu Diwaspadai Sejak Dini
"Karena aku sadar tubuhku butuh olahraga. Di sisi lain, aku kerja di TV. Penampilan di TV itu bikin badanku terlihat tambah besar, kayak nambah 5 kilogram. Jadi, secara tidak langsung aku dituntut untuk kecil. Bahkan sekecil mungkin supaya di TV terlihat proporsional."
Kesadaran tersebut membuat Fanny terus menjaga kebugaran tubuh sekaligus mempertahankan performa dan penampilan yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaannya. (*)
Editor : Chairunnisya