Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Joe Taslim Dalami Peran Jurnalis Investigasi di The Furious, Banyak Nonton Film Dokumenter

Uray Ronald • Sabtu, 6 Juni 2026 | 22:59 WIB
Aktor film "The Furious" Joe Taslim dan Yayan Ruhian. (ANTARA)
Aktor film "The Furious" Joe Taslim dan Yayan Ruhian. (ANTARA)

 

PONTIANAK POST — Aktor Joe Taslim melakukan riset mendalam dengan mempelajari berbagai dokumenter jurnalis investigasi untuk memerankan Navin dalam film aksi The Furious. Film yang dijadwalkan tayang pada 17 Juni 2026 itu mengangkat isu perdagangan manusia di Asia Tenggara dan perjuangan para korban yang terjebak dalam jaringan kejahatan lintas negara.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (5/6), Joe menjelaskan bahwa proses pendalaman karakter dilakukan sebelum syuting dimulai di Bangkok, Thailand. Ia mempelajari metode kerja jurnalis investigasi yang kerap menghadapi risiko tinggi saat membongkar praktik perdagangan manusia.

“Saya banyak menonton dokumenter sih, di YouTube banyak banget, ada ABC, In Depth, yang mayoritas mengupas apa yang terjadi oleh jurnalis investigasi, kebanyakan dari Australia, tentang social trafficking di negara Asia Tenggara,” kata Joe.

Jurnalis Investigasi Digambarkan Seperti Detektif

Joe menilai jurnalis investigasi memiliki peran yang jauh lebih kompleks dibanding peliput biasa. Mereka harus mengumpulkan bukti, menyusup ke lingkungan berisiko, hingga melakukan penyamaran untuk mengungkap fakta di balik sebuah kasus.

“Jadi untuk tau karakter ini ya harus mengikuti perjalanan dokumenter, merasakan bagaimana perjalanan mereka, sudah bukan jurnalis biasa, namun benar-benar seperti detektif, dia mencari bukti masuk under cover (menyamar),” ujarnya dilansir Antara.

Baca Juga: Mortal Kombat II: Joe Taslim Bangga Jakarta Dipilih Jadi Lokasi Tur Global  

Menurut Joe, risiko yang dihadapi jurnalis investigasi sangat besar karena berhadapan langsung dengan pelaku kejahatan. Ancaman terhadap keselamatan menjadi bagian dari pekerjaan saat mengungkap jaringan kriminal.

“Dia bisa saja mati melakukan itu, karena risikonya terlalu tinggi,” katanya.

Karakter Navin Tampil Lebih Manusiawi

Dalam The Furious, Joe memerankan sosok yang berbeda dari karakter aksi yang selama ini melekat padanya. Navin bukan petarung yang selalu menang, melainkan manusia biasa yang bertahan di tengah ancaman dan kehilangan.

Karakter tersebut digambarkan sebagai seorang suami yang mencari istrinya, seorang jurnalis investigasi yang hilang saat menjalankan tugas. Pencarian itu menjadi titik awal perjalanan emosional yang membentuk keseluruhan cerita.

"Selama ini aku main film karakternya cukup over the top ya, di film 'The Night Comes for Us' aku jago banget mau 100 orang pun dibantai sama dia, Ninjutsu di 'Mortal Kombat' pun dia sangat, sangat jago. Jadi karakter yang over the top yang cukup bisa diprediksi dia bisa menang," kata Joe.

Meski memiliki kemampuan judo, Navin bukan mantan pasukan khusus maupun ahli bela diri profesional. Ia bertarung untuk bertahan hidup, bukan untuk menunjukkan kehebatan.

“Aku merasa ini sesuatu yang baru saat memerankan karakter dia, seorang suami mencari istrinya yang hilang, dia bisa membela diri, tapi kita lihat dalam pertempuran dia adalah 'survivor',” ujarnya.

Perjuangan Menyelamatkan Korban Perdagangan Manusia

Kisah utama The Furious berpusat pada upaya membongkar sindikat perdagangan manusia yang merenggut kehidupan banyak keluarga. Film ini tidak hanya menghadirkan aksi laga, tetapi juga menampilkan dampak kemanusiaan dari kejahatan tersebut.

Navin kemudian bertemu Wang Wei, yang diperankan Xie Miao. Wang Wei adalah seorang pedagang sederhana yang kehilangan putrinya setelah diculik sindikat perdagangan manusia.

Pertemuan keduanya menyatukan dua misi yang sama, yakni mencari orang-orang tercinta sekaligus menyelamatkan anak-anak yang menjadi korban eksploitasi.

Joe mengaku tertarik pada karakter Navin karena memiliki empati yang kuat terhadap korban. Baginya, perjuangan menyelamatkan anak-anak menjadi nilai kemanusiaan yang paling menonjol dalam film tersebut.

"Daripada mencoba menjadi 'badass' dia lebih emosional, lebih empati, dari cara dia bertarung, secara manusia juga dia sangat-sangat noble, orang yang mendedikasikan dirinya untuk menyelamatkan anak-anak itu adalah sesuatu tujuan hidup yang luar biasa, dan itu mengapa aku jatuh cinta sama karakter ini," imbuhnya.

Baca Juga: Joe Taslim Ungkap Tantangan Transformasi Sub-Zero ke Noob Saibot di Mortal Kombat II

Tayang 17 Juni, Raih Rating Sempurna

Film The Furious turut dibintangi Yayan Ruhian dan dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 17 Juni 2026.

Hingga Jumat (5/6), film tersebut tercatat meraih rating 100 persen di Rotten Tomatoes. Capaian itu menjadi modal positif menjelang penayangan resminya di Indonesia.

Bagi Joe Taslim, film ini menjadi pengalaman berbeda karena memadukan aksi dengan kisah kemanusiaan yang kuat. Melalui karakter Navin, penonton diajak melihat perjuangan korban perdagangan manusia dari sudut pandang yang lebih personal dan emosional.*

Editor : Uray Ronald
#Joe Taslim #The Furious #jurnalis investigasi #film aksi Indonesia #perdagangan manusia