Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Kit Harington dan Peter Dinklage Reuni, Ungkap Sisi Kehidupan Setelah Game of Thrones

Uray Ronald • Sabtu, 6 Juni 2026 | 23:31 WIB
Kit Harington dan Peter Dinklage. (Variety)
Kit Harington dan Peter Dinklage. (Variety)

PONTIANAK POST — Aktor Kit Harington dan Peter Dinklage kembali bertemu setelah tujuh tahun tidak berjumpa sejak perjalanan panjang Game of Thrones berakhir.

Dalam percakapan yang dimuat Variety, keduanya mengenang masa-masa membintangi serial HBO yang menjadi fenomena global sekaligus berbagi cerita tentang kehidupan setelah meninggalkan dunia Westeros.

Pertemuan itu tidak hanya membahas kesuksesan serial yang berlangsung selama delapan musim, tetapi juga perjalanan pribadi yang mereka lalui setelah sorotan publik mereda.

Topik yang muncul mencakup keluarga, kesehatan mental, hingga tantangan membangun kembali identitas di luar karakter yang membesarkan nama mereka.

Kenangan Awal dari Westeros

Kit Harington mengungkapkan bahwa adegan pertamanya di depan kamera sebagai Jon Snow justru dilakukan bersama Peter Dinklage. Saat itu, ia masih menjadi aktor muda dengan pengalaman terbatas dan berusaha tampil sealamiah mungkin di depan kamera.

Belakangan, Harington menyadari bahwa Dinklage terlihat jauh lebih santai karena memiliki jam terbang yang lebih tinggi di dunia akting. Pengalaman tersebut menjadi salah satu pelajaran penting yang terus ia ingat hingga kini.

Baca Juga: Emilia Clarke Bantah Gaji Rp5 Miliar per Episode di Game of Thrones, Ungkap Perjuangan di Balik Kesuksesan

Sebelum bergabung dalam Game of Thrones, Kit Harington dikenal sebagai aktor teater yang baru memulai karier profesionalnya. Lulusan Central School of Speech and Drama di London itu mendapat perhatian melalui peran Albert Narracott dalam produksi panggung War Horse di West End.

Ketika terpilih sebagai Jon Snow pada 2010, Harington masih tergolong pendatang baru di industri hiburan dan menjadikan serial tersebut sebagai debut besar di layar televisi.

Berbeda dengan Harington, Peter Dinklage telah membangun reputasi kuat sebagai aktor karakter jauh sebelum memasuki dunia Westeros. Aktor kelahiran New Jersey, Amerika Serikat, itu mulai dikenal luas lewat film independen The Station Agent (2003), yang membuatnya meraih sejumlah penghargaan dan pujian kritikus.

Ia kemudian tampil dalam berbagai film dan serial televisi, termasuk Elf (2003), Find Me Guilty (2006), Death at a Funeral (2007), dan Nip/Tuck, sebelum dipercaya memerankan Tyrion Lannister.

Ketika Popularitas Mendunia Datang Tanpa Persiapan

Kesuksesan Game of Thrones membawa perubahan besar dalam kehidupan para pemainnya. Harington mengaku tidak pernah membayangkan serial tersebut akan berkembang menjadi fenomena budaya pop global.

"Ketika serial itu mulai sukses, rasanya menyenangkan sekaligus menakutkan," kata Harington.

Popularitas yang datang begitu cepat membuat kehidupan pribadi para pemeran ikut berubah. Sorotan media, perhatian penggemar, dan ekspektasi publik menjadi bagian dari keseharian mereka selama bertahun-tahun.

Berbeda dengan Harington, Peter Dinklage menjalani masa-masa awal kesuksesan serial dengan fokus yang berbeda. Saat itu ia baru menjadi ayah dan lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarganya di Belfast, Irlandia Utara, lokasi utama syuting serial tersebut.

Menurut Dinklage, kehidupan keluarga membuatnya tidak terlalu larut dalam euforia ketenaran yang dirasakan banyak orang di sekitarnya.

Baca Juga: Serial TV Fast & Furious Segera Tayang di Peacock, Vin Diesel Jadi Produser

Perjuangan Kit Harington Menjaga Kesehatan Mental

Salah satu pengakuan paling personal datang dari Harington ketika membahas masa-masa setelah Game of Thrones mendekati akhir. Ia mengungkapkan bahwa pada 2019 dirinya memutuskan menjalani rehabilitasi untuk mengatasi persoalan pribadi dan memperbaiki kondisi mental serta emosionalnya.

Keputusan itu diambil ketika musim terakhir serial sedang tayang dan perhatian publik terhadap dirinya berada pada titik tertinggi. Di saat banyak pihak berharap ia aktif mempromosikan serial tersebut, Harington justru memilih berhenti sejenak untuk fokus pada pemulihan diri.

Ia menjalani rehabilitasi selama enam minggu dan kemudian mengambil jeda dari dunia akting selama sekitar satu tahun. Tidak lama setelah bersiap kembali bekerja, pandemi Covid-19 melanda dunia.

Menurut Harington, masa sulit tersebut justru memberinya kesempatan untuk memahami dirinya lebih dalam dan menata ulang arah hidup yang ingin dijalani.

Bayang-Bayang Karakter yang Terlalu Ikonik

Sementara itu, Peter Dinklage menghadapi tantangan berbeda. Setelah lebih dari satu dekade memerankan Tyrion Lannister, ia harus berusaha melepaskan diri dari karakter yang begitu melekat di mata publik.

Dinklage mengakui Tyrion merupakan salah satu karakter terbaik yang pernah ia perankan. Namun ia tidak ingin terus terjebak dalam tipe peran yang sama sepanjang kariernya.

Aktor berusia 56 tahun itu berharap kesuksesan Tyrion dapat membuka lebih banyak peluang bagi aktor bertubuh kecil di industri hiburan. Meski demikian, ia mengaku masih menerima banyak tawaran peran yang tidak jauh berbeda dari stereotip lama.

Karena itu, Dinklage memilih lebih selektif dalam menerima proyek baru dan fokus pada karya yang benar-benar memiliki nilai artistik baginya.

Baca Juga: Yayan Ruhian Dipuji di The Furious, Fisik Tetap Prima di Usia Hampir 60 Tahun

Selama membintangi Game of Thrones, Dinklage memenangkan empat Primetime Emmy Awards untuk kategori Outstanding Supporting Actor in a Drama Series, masing-masing pada 2011, 2015, 2018, dan 2019.

Capaian tersebut menjadikannya pemegang rekor kemenangan terbanyak dalam kategori tersebut sekaligus satu-satunya pemeran Game of Thrones yang meraih Emmy akting sepanjang delapan musim serial berlangsung.

Selain Emmy, perannya sebagai Tyrion Lannister juga membawanya meraih Golden Globe Award untuk Aktor Pendukung Terbaik dalam Serial Televisi pada 2012, serta sejumlah penghargaan dan nominasi bergengsi lainnya. 

Keluarga Menjadi Prioritas Utama

Kini, baik Harington maupun Dinklage mengaku memiliki pandangan hidup yang berbeda dibanding saat pertama kali meraih ketenaran. Seiring bertambahnya usia, mereka lebih fokus pada keluarga dan kebahagiaan pribadi dibanding penilaian publik.

Harington mengatakan dirinya kini lebih percaya diri menyampaikan pendapat tanpa terlalu khawatir terhadap komentar orang lain. Sementara Dinklage menempatkan keluarga sebagai pertimbangan utama dalam menentukan pekerjaan.

Baca Juga: Joe Taslim Dalami Peran Jurnalis Investigasi di The Furious, Banyak Nonton Film Dokumenter

"Kebahagiaan datang ketika Anda memiliki keluarga dan teman-teman yang penting dalam hidup. Tidak mungkin menyenangkan semua orang," kata Dinklage.

Pernyataan itu menjadi penutup hangat dari reuni dua aktor yang pernah menghidupkan salah satu serial paling berpengaruh dalam sejarah televisi modern. Meski perjalanan mereka telah menjauh dari Westeros, pengalaman tersebut tetap menjadi bagian penting yang membentuk kehidupan dan karier keduanya hingga hari ini.*

Editor : Uray Ronald
#Game of Thrones #Kit Harington #Peter Dinklage #HBO #kesehatan mental