PONTIANAK POST - Horor tidak selalu hadir dalam bentuk hantu atau makhluk astral. Tekanan kerja berlebihan, eksploitasi tenaga kerja, dan budaya overwork juga bisa menjadi sumber ketakutan yang nyata.
Gagasan itulah yang diangkat sutradara Edwin dan penulis Eka Kurniawan melalui film Monster Pabrik Rambut.
Dilansir dari Jawapos, film bergenre horor fantasi ini menghadirkan kisah yang memadukan teror monster dengan kritik terhadap sistem kerja yang dianggap menguras kehidupan para pekerja.
Terjebak Utang, Teror Monster, dan Eksploitasi Pabrik
Putri (Rachel Amanda) bekerja di pabrik rambut Raga Abadi untuk melunasi utang peninggalan ibunya. Sang ibu, yang sebelumnya juga menjadi buruh di pabrik tersebut, telah meninggal dunia.
Putri menduga ibunya terlalu banyak bekerja hingga mengakhiri hidupnya sendiri.
Namun, adiknya, Ida (Lutesha), memiliki keyakinan berbeda. Ia percaya kematian sang ibu berkaitan dengan setan atau makhluk misterius yang menghuni Raga Abadi.
Baca Juga: Cerita Mistis Nirina Zubir, Sosok Misterius Muncul di Foto Syuting Film Horor
Dugaan itu mengarah pada sosok Maryati (Didik Nini Thowok), pemilik pabrik yang dikenal mendorong para pekerjanya bekerja lembur tanpa istirahat yang cukup.
Akibat tekanan kerja tersebut, banyak pekerja mengalami kerasukan hingga melukai diri sendiri.
Situasi menjadi semakin rumit ketika Bona (Iqbaal Ramadhan), adik bungsu Putri dan Ida, muncul dengan kemampuan regenerasi tubuh yang tidak biasa.
Baca Juga: Sering Nonton Film Porno Bisa Mengecilkan Otak, Ini Temuan Penelitian yang Terungkap
Anggota tubuhnya yang rusak atau terputus dapat tumbuh kembali.
Kemampuan itu menarik perhatian Maryati. Bona kemudian ditawan dan dieksploitasi demi kepentingan sang pemilik pabrik. (*)
Editor : Chairunnisya