PONTIANAK POST - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menjadi perhatian banyak pihak. Selain ekonom, politisi, dan pelaku pasar, sejumlah figur publik juga turut menyuarakan pandangan mereka melalui media sosial.
Beragam komentar muncul dengan nada yang berbeda-beda, mulai dari sindiran, kritik, hingga ajakan untuk melihat persoalan nilai tukar secara lebih luas.
dr Tirta Beri Komentar Bernada Satir
Baca Juga: Reaksi Bunga Zainal Soal Rupiah Anjlok Tuai Perhatian Warganet
Dilansir dari Jawapos, salah satu yang ikut menanggapi kondisi tersebut adalah selebgram dr Tirta. Melalui unggahannya, ia menyampaikan komentar bernada satir terkait pelemahan rupiah.
’’Beli tempe goreng pake rupiah, gak pake dolar. Aman lah. Ini ulah mata-mata asing yang bikin gaduh.’’
Unggahan tersebut kemudian ramai mendapat respons dan komentar dari netizen di media sosial.
Andhika Pratama Sindir Kebijakan Pemerintah
Nada sindiran juga disampaikan presenter sekaligus aktor Andhika Pratama.
Melalui unggahannya, ia mengaitkan pelemahan rupiah dengan sejumlah kebijakan pemerintah yang menurutnya terus berjalan di tengah kondisi ekonomi yang menjadi sorotan publik.
’’Pecah rekor berturut-turut. Terusin aja MBG-nya, terusin aja kopdesnya, terusin aja ke luar negerinya, terusin aja statement ngawurnya, terusin aja bilang baik-baik aja, terusin aja bikin aturan pajak barunya, terusin aja terus terus terus pecahin lagi rekornya,’’ sindir Andhika.
Unggahan tersebut menjadi salah satu respons figur publik yang ikut mewarnai perbincangan mengenai kondisi nilai tukar rupiah.
Jehian Sijabat Ingatkan Pelemahan terhadap Mata Uang Tetangga
Sementara itu, entrepreneur sekaligus kakak Jerome Polin, Jehian Panangian Sijabat, mengajak publik untuk tidak hanya berfokus pada kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Menurutnya, perhatian juga perlu diberikan pada pergerakan rupiah terhadap mata uang negara-negara tetangga.
’’1 USD = 18.000 IDR. Bosan lihat? Yaudah, nih 1 Ringgit = 4.500 IDR. 1 Baht = 550 IDR,’’ tulis Jehian.
Melalui unggahan tersebut, Jehian menyoroti bahwa pelemahan rupiah juga dapat dilihat dari perbandingannya dengan mata uang lain di kawasan regional. (*)
Editor : Chairunnisya