PONTIANAK POST - Cinta sering kali hadir dengan berbagai tantangan, termasuk ketika dua insan harus menjalani hubungan di tengah perbedaan keyakinan.
Tema itulah yang diangkat dalam lagu terbaru hasil kolaborasi Sal Priadi dan Wijaya 80 berjudul Bulan Bintang, Garis Menyilang.
Lagu tersebut menghadirkan kisah tentang cinta lintas agama serta keberanian untuk tetap bertahan menghadapi realitas yang ada.
Baca Juga: Ribuan Anak Muda Ramaikan Borneo Harmony: Sal Priadi Hangatkan Sore, Bernadya Harukan Malam
Dibuka dengan Lirik yang Menghunjam
Dilansir dari Jawapos, dikutip dari rilis Wijaya 80, lagu yang diciptakan bersama oleh Ardhito Pramono, Erikson Jayanto, Hezky Joe, dan Sal Priadi itu dibuka dengan alunan musik yang sarat nilai keilahian.
Nuansa tersebut semakin kuat lewat lirik pembuka yang kontras dan menyentuh.
"Kalung salib kecil itu / tak perlu kau tutupi / ketika kau bertemu keluargaku."
Baca Juga: Borneo Harmony 2025: Bernadya dan Sal Priadi Siap Menghibur Masyarakat Pontianak
Lirik tersebut menjadi pintu masuk bagi cerita yang diangkat dalam lagu, yakni tentang hubungan dua insan yang berada dalam perbedaan keyakinan.
Berangkat dari Kisah Nyata Salah Satu Personel
Lagu Bulan Bintang, Garis Menyilang ternyata lahir dari pengalaman yang tengah dialami salah satu personel Wijaya 80.
Baca Juga: Bernadya dan Sal Priadi Siap Hibur Warga Pontianak dalam Event Borneo Harmony 2025
Menurut Erikson Jayanto, yang juga bertindak sebagai produser, lagu tersebut menjadi salah satu karya yang paling berkesan dari sejumlah lagu yang mereka ciptakan bersama.
"Sal sangat tersentuh sama lagu ini. Dia sangat ngejar lagu ini untuk dijadikan project kolaborasi kita," ujar Erikson dalam keterangan pers, Kamis (19/3).
Ia mengungkapkan bahwa sejak awal Sal Priadi menunjukkan ketertarikan besar terhadap lagu tersebut.
"Entah kenapa, untuk lagu satu ini, Sal tidak mau melewatkannya dan kami sepakat."
Tak Hanya Bicara Tragisnya Perbedaan
Bagi Wijaya 80, lagu ini tidak semata-mata berbicara tentang sisi tragis hubungan yang terhalang perbedaan agama.
Baca Juga: Profil dan Perjalanan Karier Vidi Aldiano, Penyanyi Pop yang Mewarnai Industri Musik Indonesia
Menurut Ardhito Pramono, tema yang diangkat justru menjadi penting karena merupakan persoalan yang terus muncul dari waktu ke waktu dan belum pernah benar-benar selesai dibahas.
"Dari masa ke masa, kayaknya kita dari dulu selalu bertemu dengan persoalan ini," ungkap Ardhito.
"Lucunya, kita semua nggak bisa berbuat apa-apa selain menerima," lanjutnya.
Melalui lagu ini, para musisi mencoba mengajak pendengar untuk melihat realitas tersebut dengan sudut pandang yang lebih luas dan penuh empati.
Menjadi Teman bagi Mereka yang Mengalami Hal Serupa
Hezky Joe yang menjadi sosok di balik kisah lagu tersebut mengatakan bahwa Bulan Bintang, Garis Menyilang juga dapat menjadi ruang refleksi bagi banyak orang yang mengalami situasi serupa.
Baca Juga: Audisi Bintang Radio Lahirkan Penyanyi Profesional Kalimantan Barat
Menurutnya, lagu ini dapat menjadi teman bagi mereka yang tetap ingin merayakan cinta kasih di tengah perbedaan.
"Kayaknya akan banyak yang relate, di kala ada orang yang saling mencinta, tapi harus merayakan kasih Tuhan di dua hari raya yang berbeda," jelasnya.
Sementara itu, Sal Priadi menambahkan bahwa lagu yang semula disiapkan untuk menyambut momen Natal tersebut akhirnya dirasa lebih tepat dirilis lebih cepat.
Terlebih, peluncurannya bertepatan dengan suasana menjelang Idul Fitri yang sarat dengan pesan tentang kasih, penerimaan, dan kebersamaan. (*)
Editor : Chairunnisya