Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Joko Anwar Libatkan 18 Aktor dalam Ghost in the Cell

Chairunnisya • Minggu, 14 Juni 2026 | 13:54 WIB
Para pemain dan kru Ghost in the Cell saat konferensi pers di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, pada April 2026. (DOK JAWAPOS)
Para pemain dan kru Ghost in the Cell saat konferensi pers di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, pada April 2026. (DOK JAWAPOS)

PONTIANAK POST - Selain mencatat pencapaian internasional, Ghost in the Cell juga menjadi proyek yang berbeda bagi Joko Anwar dari sisi pemilihan pemain.

Film ini menjadi karya pertama Joko Anwar yang menggunakan ensemble cast dalam skala besar dengan melibatkan total 18 aktor yang memiliki keterkaitan penting dalam cerita.

Semua Karakter Punya Peran Penting

Dilansir dari Jawapos, Joko Anwar menegaskan bahwa setiap karakter yang muncul memiliki fungsi yang tidak bisa dihilangkan dari alur cerita.

Baca Juga: Ghost in the Cell Tembus 86 Negara, Rekor Baru Film Indonesia

"Iya, betul. Dan semua ada fungsinya. Walaupun mereka cuma muncul sebentar, tapi kalau mereka nggak ada ceritanya berhenti," katanya.

Karena itu, seluruh karakter dirancang saling terhubung untuk menghidupkan konflik dan perkembangan cerita di dalam film.

Deretan Nama Besar dalam Satu Film

Ghost in the Cell menghadirkan sejumlah aktor ternama dari industri hiburan Indonesia.

Baca Juga: Anggun Ungkap Cara Mendalami Karakter Guru Asri di Para Perasuk

Beberapa di antaranya adalah Abimana Aryasatya, Morgan Oey, Endy Arfian, Lukman Sardi, Arswendy Bening Swara, Tora Sudiro, Aming Sugandhi, dan Kiki Narendra.

Film ini juga melibatkan dua aktor asal Malaysia, yakni Bront Palarae dan Ho Yuhang.

Kehadiran para aktor tersebut memperkuat warna cerita yang dibangun dalam film berlatar kehidupan penjara tersebut.

Baca Juga: Anggun Debut Akting di Para Perasuk, Sempat Abaikan DM Wregas Bhanuteja

Bukan Nama Besar yang Jadi Pertimbangan

Meski banyak diperkuat aktor terkenal, Joko Anwar menegaskan bahwa popularitas bukan faktor utama dalam proses pemilihan pemain.

Menurutnya, para pemeran yang terlibat dipilih karena memiliki kedekatan dengan karakter yang akan mereka perankan dalam Ghost in the Cell.

Pendekatan tersebut dilakukan agar setiap karakter tampil meyakinkan dan mampu mendukung cerita secara utuh.

Dengan kombinasi ensemble cast yang besar dan cerita yang mengangkat isu kekuasaan serta ketidakadilan, Ghost in the Cell menjadi salah satu proyek paling ambisius dalam perjalanan karier Joko Anwar. (*)

Editor : Chairunnisya
#film #film indonesia