PONTIANAK POST - Film fiksi ilmiah tak selalu hanya berbicara tentang teknologi dan luar angkasa.
Project Hail Mary menghadirkan petualangan besar yang berpusat pada harapan, keberanian, dan perjuangan menyelamatkan masa depan umat manusia.
Dilansir dari Jawapos. setelah lebih dulu tayang di Amerika Serikat, Project Hail Mary akhirnya hadir di bioskop Indonesia.
Baca Juga: Ghost in the Cell Tembus 86 Negara, Rekor Baru Film Indonesia
Film adaptasi novel karya Andy Weir ini dibintangi Ryan Gosling sebagai Dr Ryland Grace, seorang ilmuwan yang terbangun dari koma panjang di sebuah kapal luar angkasa.
Saat sadar, Grace mendapati dirinya berada jauh dari Bumi. Kedua rekannya telah meninggal dunia dan ia harus menghadapi situasi tersebut seorang diri.
Dalam kondisi amnesia, Grace perlahan mengumpulkan kembali ingatan tentang siapa dirinya dan alasan keberadaannya di sana.
Baca Juga: Hugh Jackman Jadi Bajak Laut Legendaris Long John Silver dalam Film Baru Garapan Ridley Scott
Ancaman Astrophage yang Mengintai Bumi
Seiring ingatannya kembali, Grace mengingat bahwa dirinya memiliki keahlian luar biasa dalam bidang sains dan kehidupan antariksa.
Meski hasil penelitiannya sempat diragukan, ia tetap menjalani kehidupan sebagai guru sains sekolah.
Hingga suatu hari, sekelompok ilmuwan antariksa datang membawa kabar mengkhawatirkan. Matahari terancam mengalami kehancuran akibat mikroorganisme pemakan cahaya bernama astrophage.
Baca Juga: Quentin Tarantino Sebut Hollywood Kini "Hambar", Pilih Membaca Buku daripada Menonton Film Baru
Jika tidak dihentikan, fenomena tersebut dapat membuat matahari meredup dan memicu bencana besar di Bumi.
Karena keahliannya dalam biologi molekuler dan ilmu antariksa, Grace direkrut untuk bergabung dalam Project Hail Mary.
Misi tersebut bertujuan menuju Tau Ceti, bintang yang diketahui kebal terhadap astrophage, guna menemukan solusi bagi keselamatan Bumi.
Perjalanan Berisiko Tinggi Menuju Tau Ceti
Baca Juga: Yuen Woo-ping Bangkit di Usia 80 Tahun, Satukan Legenda Kungfu Asia Jet Li dan Wu Jing di Film Baru
Misi menuju Tau Ceti bukanlah perjalanan biasa. Selain harus menempuh jarak bertahun-tahun cahaya, tidak ada jaminan para kru dapat kembali ke Bumi dalam keadaan hidup.
Situasi itu membuat Grace menghadapi berbagai dilema. Ia harus memilih antara mempertaruhkan nyawanya atau membiarkan ancaman terhadap umat manusia terus berkembang.
Cerita kemudian bergerak melalui dua garis waktu. Penonton diajak mengikuti perjuangan Grace di kapal Hail Mary sekaligus menelusuri fragmen-fragmen masa lalu yang muncul seiring pulihnya ingatan sang ilmuwan.
Baca Juga: Film Sekuel Michael Jackson Resmi Digarap, Lionsgate Janjikan Lebih Seru
Meski di awal terasa kompleks karena dipenuhi istilah ilmiah dan alur maju-mundur, cerita perlahan menjadi lebih mudah diikuti dan mengungkap misteri di balik misi penyelamatan tersebut.
Pada akhirnya, Project Hail Mary bukan sekadar kisah perjalanan antariksa.
Film ini juga menggambarkan perjuangan seorang ilmuwan yang berusaha mengatasi keraguan terhadap dirinya sendiri ketika keselamatan sebuah planet berada di tangannya. (*)
Editor : Chairunnisya