PONTIANAK POST - Kisah cinta dengan perbedaan usia masih menjadi tema yang menarik untuk diangkat dalam sebuah serial.
Hal itu pula yang menjadi salah satu daya tarik bagi Maxime Bouttier saat menerima tawaran bermain dalam serial Tante Sonya.
Dilansir dari Jawapos, serial garapan sutradara Surya Ardy Octaviand ini merupakan reboot dari IP legendaris tahun 1990-an, Catatan Harian Sonya.
Baca Juga: Ghost in the Cell Tembus 86 Negara, Rekor Baru Film Indonesia
Dalam proyek tersebut, Maxime beradu akting dengan Raihaanun dan untuk pertama kalinya dipasangkan sebagai pemeran utama.
Ben, Bawahan yang Jatuh Hati pada Sonya
Dalam serial ini, Maxime memerankan Ben, seorang karyawan yang bekerja di tempat Sonya.
"Ben ini karyawan di tempat kerjanya Sonya, bawahannya gitu. Cerita romance-nya itu dimulai ketika dia merasa sparks lewat Sonya," ujar Maxime.
Baca Juga: Film Sore: Istri dari Masa Depan Wakili Indonesia di Oscar 2026
Hubungan keduanya kemudian berkembang menjadi kisah asmara yang menjadi benang merah cerita.
Tertarik karena Perspektif yang Berbeda
Meski kehidupan pribadinya kerap menjadi sorotan, Maxime menegaskan bahwa alasan menerima peran tersebut bukan karena memiliki kesamaan pengalaman dengan karakter yang dimainkan.
"Kalau misalnya buat relatability, no way sih. Soalnya aku cuma mau kasih lihat penonton angle atau perspektif yang berbeda daripada biasanya lewat serial Tante Sonya. Ceweknya lebih tua daripada si cowok, statistiknya lumayan banyak yang relevan sekarang. Jadi, relatabilitynya lumayan, itu yang bikin aku tertarik dengan judul ini," ungkapnya.
Menurut Maxime, kisah cinta dengan perempuan yang lebih tua kini menjadi fenomena yang cukup dekat dengan kehidupan masyarakat sehingga menarik untuk dieksplorasi dalam serial.
Bangun Chemistry dari Pertemanan Lama
Untuk mendalami karakter Ben, Maxime mengaku menjalani proses yang tidak jauh berbeda dari proyek-proyek sebelumnya.
"Seperti biasa, berusaha untuk cari karakternya seperti apa, look juga. Dan itu juga udah dibantu dengan patokan dari produksi. Jadi, metodenya masih lumayan sama. Kami mulai syuting 14 April selama 50 hari."
Soal chemistry dengan Raihaanun, Maxime merasa terbantu karena keduanya sudah saling mengenal sebelum terlibat dalam serial ini.
Baca Juga: 'Jumbo' Jadi Film Animasi Pertama yang Tembus 9 Juta Penonton di Indonesia
"Kami sudah kenal lumayan lama, teman, di sebelum serial ini. Dan itu membantu sekali," katanya.
Menurutnya, kedekatan tersebut membuat proses diskusi karakter dan pengembangan adegan berjalan lebih alami.
"Biasanya kalau ketemu nongkrong atau apa, itu sudah lumayan cukup (memmembantu, Red) untuk masuk. Habis itu obrolannya jadi lebih serius karena kami banyak diskusi tentang skrip dan apa yang mau dilakukan sebagai karakter. Jadi mungkin pendekatannya sih seorganik itu menurutku," pungkasnya. (*)
Editor : Chairunnisya