PONTIANAK POST - Marvel Studios mulai membuka arah baru untuk franchise X-Men reboot MCU. Proyek yang selama bertahun-tahun dinantikan penggemar kini berada di tangan tim kreatif yang dikenal sukses menghadirkan cerita karakter yang kuat dan emosional.
Penulis serial pemenang penghargaan Beef, Lee Sung Jin, bersama co-showrunner The Bear, Joanna Calo, resmi terlibat dalam penulisan naskah film X-Men terbaru.
Mereka bergabung dengan sutradara Jake Schreier yang sebelumnya menangani Thunderbolts. Proyek ini dipimpin langsung oleh Presiden Marvel Studios, Kevin Feige, dan dijadwalkan menjadi pintu masuk resmi para mutan ke dalam MCU.
“Ini sudah resmi, Jake Schreier menangani X-Men, dan kami benar-benar beruntung," kata Feige dikutip dari Deadline. “Kita sudah mulai. Naskah sedang dalam proses.”
Menurut Feige, di Thunderbolts, Jake Schreier telah menunjukkan talentanya memoles interaksi antar-karakter. Selain itu, ia juga dinilai sangat memahami demografi penonton yang lebih muda.
"Ini sangat penting untuk X-Men. Karena X-Men, seperti yang ada di komiknya, akan menjadi film yang sangat berorientasi pada generasi muda, baik dari segi fokus cerita maupun jajaran pemerannya."
Baca Juga: Sutradara Sebut Avengers: Doomsday Jadi Film Marvel Paling Matang dan Emosional
Marvel Beri Kebebasan Penuh untuk X-Men Reboot MCU
Dalam wawancara terbaru yang dikutip Deadline, Lee Sung Jin mengungkapkan bahwa Marvel memberikan ruang kreatif yang jauh lebih luas dibanding proyek-proyek MCU sebelumnya.
Menurut Lee, Kevin Feige menginginkan film ini menjadi "awal yang benar-benar baru". Tim kreatif tidak dibebani kewajiban untuk mengikuti formula atau kontinuitas film-film X-Men terdahulu.
Pendekatan tersebut menjadi sinyal penting bahwa Marvel ingin membangun identitas baru bagi para mutan. Di tengah kelelahan sebagian penonton terhadap cerita yang terlalu terhubung dengan banyak proyek MCU, strategi ini berpotensi menghadirkan pengalaman yang lebih segar.
Tim Kreatif Bekerja Langsung Bersama Kevin Feige
Proses pengembangan cerita disebut berlangsung sangat intensif. Lee menjelaskan bahwa Kevin Feige dan Louis D'Esposito terlibat langsung dalam sesi pengembangan naskah hampir setiap hari.
Keterlibatan pimpinan tertinggi Marvel Studios menunjukkan besarnya taruhan yang dipasang pada proyek ini. X-Men bukan sekadar film superhero baru, melainkan salah satu aset intelektual terbesar yang kini harus diperkenalkan ulang kepada generasi penonton MCU.
Berdasarkan pengamatan industri perfilman, proyek-proyek yang mendapat keterlibatan langsung dari eksekutif utama biasanya menjadi prioritas strategis studio dalam jangka panjang.
Terinspirasi Era Emas Komik X-Men
Jake Schreier dan tim kreatif tidak menyembunyikan sumber inspirasi mereka. Fokus utama pengembangan cerita berasal dari era komik karya Chris Claremont, sosok yang membentuk identitas X-Men selama periode 1975 hingga 1991.
Era tersebut dikenal karena kekuatan hubungan antarkarakter, konflik emosional, serta dinamika tim yang kompleks. Pendekatan itu berbeda dengan banyak film superhero modern yang lebih menitikberatkan pada skala ancaman global.
Selain Claremont, Schreier juga mengaku mempelajari karya Grant Morrison, yang dianggap sebagai salah satu penulis paling berpengaruh dalam sejarah modern X-Men.
Bagi para penggemar lama, keputusan ini memberi harapan bahwa film mendatang akan menghidupkan kembali sisi kemanusiaan para mutan, bukan hanya aksi spektakuler semata.
Baca Juga: Hugh Jackman Jadi Bajak Laut Legendaris Long John Silver dalam Film Baru Garapan Ridley Scott
Semua Karakter X-Men Bisa Masuk Pertimbangan
Lee Sung Jin mengungkapkan bahwa tim penulis diberi akses untuk mengeksplorasi seluruh karakter X-Men yang tersedia.
Kebebasan tersebut memungkinkan berbagai nama populer maupun karakter yang selama ini jarang muncul di layar lebar untuk dipertimbangkan. Proses kreatif disebut berlangsung terbuka dengan banyak ide yang terus berkembang selama pengembangan cerita.
Bagi komunitas penggemar, kabar ini memunculkan harapan bahwa Marvel akan menghadirkan susunan tim yang lebih beragam dan tidak hanya bergantung pada karakter-karakter paling terkenal.
Kehadiran Mutan di MCU Semakin Dekat
Hingga kini Marvel Studios belum mengumumkan daftar pemeran resmi untuk film X-Men reboot MCU. Namun sejumlah laporan industri menyebut pengumuman besar berpotensi dilakukan pada ajang Comic-Con mendatang.
Sementara itu, para penggemar diperkirakan akan kembali melihat sejumlah wajah legendaris X-Men pada akhir tahun ini, termasuk karakter Charles Xavier, Magneto, dan Cyclops yang selama puluhan tahun menjadi simbol perjuangan kaum mutan di layar lebar.
Kehadiran mereka bukan hanya soal nostalgia. Bagi jutaan penggemar yang tumbuh bersama kisah X-Men, momen tersebut menjadi jembatan emosional menuju era baru MCU.
Harapan Besar pada Masa Depan X-Men
X-Men selalu lebih dari sekadar kisah pahlawan super. Sejak awal, cerita para mutan merefleksikan perjuangan menghadapi diskriminasi, pencarian identitas, dan perjuangan untuk diterima dalam masyarakat.
Karena itu, keberhasilan reboot ini tidak hanya akan diukur dari pendapatan box office, tetapi juga dari kemampuannya menghadirkan kembali pesan kemanusiaan yang membuat X-Men dicintai selama puluhan tahun.
Dengan tim kreatif berpengalaman, dukungan penuh Marvel Studios, serta kebebasan untuk memulai dari nol, proyek X-Men reboot MCU kini membawa harapan besar bagi masa depan para mutan di jagat sinema Marvel.
Selama hampir dua dekade di bawah naungan 20th Century Fox, franchise X-Men berkembang menjadi salah satu seri film superhero paling sukses di dunia dengan pendapatan global melebihi US$6 miliar.
Puncak kesuksesan franchise utama terjadi melalui X-Men: Days of Future Past (2014). Film tersebut meraup sekitar US$746 juta di seluruh dunia dan hingga kini masih menjadi film X-Men utama dengan pendapatan tertinggi, tidak termasuk spin-off Deadpool.
Kesuksesan itu juga dianggap sebagai salah satu titik tertinggi secara komersial dan kreatif bagi franchise mutan Marvel.
Sebaliknya, Dark Phoenix (2019) menjadi salah satu kegagalan terbesar dalam sejarah franchise. Dengan pendapatan global sekitar US$252 juta dari anggaran produksi yang dilaporkan mencapai sekitar US$200 juta, film tersebut menandai berakhirnya era Fox sebelum hak X-Men sepenuhnya berpindah ke Marvel Studios milik Disney.
Data historis tersebut menjelaskan mengapa Marvel Studios sangat berhati-hati dalam membangun ulang X-Men untuk MCU.*
Editor : Uray Ronald