Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Nadya Syarifa dari Fangirl K-Pop Kini Debut Akting di Netflix

Chairunnisya • Jumat, 19 Juni 2026 | 17:49 WIB
Nadya Syarifa (NETFLIX)
Nadya Syarifa (NETFLIX)

PONTIANAK POST - Hobi sering kali dianggap sekadar kegiatan pengisi waktu luang. Namun, bagi sebagian orang, hobi justru bisa menjadi pintu menuju karier yang tidak terduga.

Hal itu dialami kreator konten Nadya Syarifa yang kini menapaki dunia akting.

Dilansir dari Jawapos, berawal dari penggemar grup K-Pop, Nadya akhirnya debut sebagai aktris dalam serial Netflix berjudul Night Shift for Cuties.

Baca Juga: KPop Demon Hunters Jadi Konser Live, Siap Bawa Karakter Film ke Dunia Nyata

Dalam proyek ini, ia tidak hanya tampil di depan kamera, tetapi juga memerankan karakter yang dekat dengan kehidupannya sebagai fangirl.

Nadya berperan sebagai Jenar, seorang penggemar grup fiksi Purple Tea. Menariknya, kesamaan antara dirinya dan karakter tersebut membuat proses pendalaman peran terasa lebih personal.

Debut Akting yang Penuh Pengalaman Baru

Baca Juga: Film 'Sampai Jumpa, Selamat Tinggal': Sorotan Menyentuh Tentang Jouhatsu dan Sisi Gelap Korea

Dalam jumpa pers, Nadya menceritakan pengalamannya selama menjalani proses syuting yang menjadi debut akting sekaligus pengalaman pertamanya bekerja di proyek serial besar.

Night Shift for Cuties adalah debut akting dan syuting Nadya. Bagaimana kesannya?

“Aku merasa sangat diterima oleh cast lain, termasuk Shenina Cinnamon yang jadi lawan mainku. Di sini ada artis besar dan aku seneng bisa nyambung sama Shenina. Aku sendiri sebelumnya pernah main teater dan operet. Jadi sebenarnya, ini bukan hal yang asing buatku,” ungkapnya.

Baca Juga: MARBLES Resmi Debut, Girl Group Baru Usung Sentuhan Budaya Lokal

Meski pernah memiliki pengalaman di panggung teater, Nadya mengaku tetap merasakan tantangan baru saat harus beradaptasi dengan dunia produksi film dan serial.

Dari Teater ke Kamera Profesional

Berbeda dengan teater yang tanpa kamera, pengalaman syuting menjadi hal baru bagi Nadya. Ia harus beradaptasi dengan banyak kamera sekaligus serta alur kerja produksi yang lebih kompleks.

“Pas dulu aku teater itu masih sekolah sih. Nah di sini, aku harus dealing sama banyak kamera dan di hadapan para kru produksi. Aku belajar alur produksi dari proyek ini. Yang pasti, aku berterima kasih sama semua kru atas kesempatan ini,” ujarnya.

Tawaran untuk ikut dalam proyek ini datang melalui media sosial, yang kemudian membuka jalan Nadya ke dunia akting profesional.

Karakter Fangirl yang Relatable

Baca Juga: Konsep Video Animasi Dear My Girl Jadi Sorotan

Ketertarikan Nadya terhadap proyek ini tidak lepas dari kecintaannya pada K-Pop. Ia merasa bisa mengekspresikan hobi tersebut melalui karakter yang ia perankan.

“Aku suka K-Pop dan aku senang bisa mengekspresikannya lewat akting. Nah, pas dijelasin kalau inspirasi dan referensi grup Purple Tea itu dari grup XG dan New Jeans, aku semakin mau. Aku merasa relate dengan karakter serta ceritanya,” tuturnya.

Karakter Jenar digambarkan sebagai perempuan berusia 20 tahun yang menghadapi tekanan dari publik dan keluarga. Untuk bertahan, ia meminjam kepercayaan diri dari idolanya.

Baca Juga: Debut LUMINA, Girl Group Indonesia-Korea dengan Konsep Global

Nadya pun mengaku memiliki pengalaman serupa sebagai penggemar K-Pop, meski dalam bentuk yang lebih sederhana, seperti mengunjungi kantor agensi dan membeli album. (*)

Editor : Chairunnisya
#musik korea #fangirl #kpop #musik