Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Joko Anwar Sebut Penjara Miniatur Kehidupan dalam Ghost in the Cell

Chairunnisya • Senin, 22 Juni 2026 | 15:25 WIB
Cuplikan adegan dalam Ghost in Cell (DOK JAWAPOS)
Cuplikan adegan dalam Ghost in Cell (DOK JAWAPOS)

PONTIANAK POST - Di balik cerita horor dan misteri yang disuguhkan, Ghost in the Cell menyimpan gagasan besar mengenai kehidupan sosial dan politik.

Joko Anwar menjadikan penjara sebagai latar utama karena melihat tempat tersebut sebagai representasi kehidupan masyarakat secara luas.

”Aku merasakombahwa penjara itu adalah miniatur dari society,” ujar dia, dikutip dari Jawapos.

Penjara Sebagai Metafora Negara

Baca Juga: Ghost in the Cell, Cerita Horor Penjara yang Menyoroti Ketimpangan Sosial

Dalam film ini, penjara digambarkan sebagai sebuah wilayah. Narapidana menjadi representasi masyarakat, sementara petugas lapas berperan sebagai pemerintah.

Melalui metafora tersebut, Joko mencoba memperlihatkan bagaimana hubungan antara penguasa dan rakyat berlangsung dalam kehidupan sehari-hari.

Terinspirasi Fenomena Sosial

Gagasan itu juga melahirkan tagline film, “Mau kabur ke mana?”.

Baca Juga: Joko Anwar Libatkan 18 Aktor dalam Ghost in the Cell

Tagline tersebut berkaitan dengan fenomena yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir ketika banyak orang memilih menjadi Warga Negara Asing (WNA).

Tagar #KaburAjaDulu juga sempat ramai digunakan sebagai bentuk protes terhadap sistem yang dianggap tidak berpihak kepada masyarakat.

”Banyak orang yang berkeluh kesah tentang keadilan, bagaimana pemerintah bekerja, tapi sebagian besar rakyat Indonesia nggak bisa dengan gampang kabur ke luar,” tutur Joko.

Baca Juga: Ghost in the Cell Tembus 86 Negara, Rekor Baru Film Indonesia

Menurutnya, berbagai persoalan yang terjadi bukan lagi semata-mata masalah individu, melainkan persoalan sistem yang sudah mengakar. (*)

 

Editor : Chairunnisya
#ghost in cell #film #film indonesia