Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Komedi Satir Jadi Senjata Joko Anwar Mengkritik Ketidakadilan

Chairunnisya • Senin, 22 Juni 2026 | 23:29 WIB
Dari kiri, Dimas (diperankan Endy Arfian), Anggoro (Abimana Aryasatya), Six (Yoga Pratama), Wildan (Mike Lucock), dan Irfan (Danang Suryonegoro) harus bersatu agar selamat dari teror mengerikan yang menewaskan sesama tahanan di penjara Labuhan Angsana. (DOK JAWAPOS)
Dari kiri, Dimas (diperankan Endy Arfian), Anggoro (Abimana Aryasatya), Six (Yoga Pratama), Wildan (Mike Lucock), dan Irfan (Danang Suryonegoro) harus bersatu agar selamat dari teror mengerikan yang menewaskan sesama tahanan di penjara Labuhan Angsana. (DOK JAWAPOS)

PONTIANAK POST - Meski mengangkat isu yang berat, Ghost in the Cell tetap terasa ringan berkat pendekatan komedi satir yang digunakan Joko Anwar.

Dialog antar karakter dipenuhi humor yang menyentil berbagai persoalan sosial dan ketidakadilan sistemik.

Kritik untuk Berbagai Fenomena Sosial

Film ini tidak hanya menyinggung persoalan pemerintahan, tetapi juga menyentil perilaku masyarakat.

Baca Juga: Joko Anwar Sebut Penjara Miniatur Kehidupan dalam Ghost in the Cell

Dilansir dari Jawapos, Joko menghadirkan kritik terhadap tirani kelompok mayoritas, agama sebagai pelarian, hingga premanisme yang berwujud organisasi kemasyarakatan.

Brutal tetapi Tetap Menghibur

Sejumlah adegan brutal dan sadis tetap hadir sepanjang film. Namun, penyajiannya terasa lebih ringan karena dibalut humor dan adegan yang dirancang secara komikal.

Mulai dari adegan perkelahian hingga momen menjelang kematian, semuanya dikemas dengan keseimbangan antara ketegangan dan hiburan.

Baca Juga: Ghost in the Cell, Cerita Horor Penjara yang Menyoroti Ketimpangan Sosial

Karakter-Karakter yang Mencuri Perhatian

Menghadirkan belasan ensemble cast, Ghost in the Cell juga menonjol melalui karakter-karakter yang kuat.

Joko Anwar kembali berhasil menciptakan tokoh-tokoh yang terasa hidup dan menarik untuk dieksplorasi lebih jauh, bahkan ketika hanya muncul dalam beberapa adegan.

Baca Juga: Joko Anwar Libatkan 18 Aktor dalam Ghost in the Cell

Kekuatan karakter inilah yang membuat Ghost in the Cell tidak hanya mengandalkan horor dan kritik sosial, tetapi juga daya tarik para tokohnya. (*) 

Editor : Chairunnisya
#ghost in cell #film #joko anwar #film indonesia