PONTIANAK POST - Lagu-lagu tentang rindu selalu memiliki tempat tersendiri di hati pendengar. Terlebih ketika dikemas dengan lirik yang jujur dan dekat dengan pengalaman banyak orang.
Nuansa itulah yang kembali dihadirkan Bernadya melalui single terbarunya, Rabun Jauh.
Dilansir dari Jawapos, penyanyi asal Surabaya tersebut kembali ke warna balada emosional yang selama ini menjadi ciri khasnya.
Dalam lagu ini, Bernadya mengangkat tema sederhana, namun sangat mengena, yakni tentang menunggu dan merindukan seseorang yang sebenarnya sudah tidak lagi dekat, bahkan mungkin tidak akan kembali.
Baca Juga: Cici Faramida Rilis Ulang Lagu Legendaris Jangan Tunggu Lama-Lama dengan Sentuhan Modern
Cerita Tentang Menerima Kenyataan
Rabun Jauh ditulis Bernadya bersama Rendy Pandugo dan Kamga. Lewat lagu ini, Bernadya mencoba menggambarkan proses seseorang yang akhirnya memilih menghadapi kenyataan, meski terasa menyakitkan.
"Pada lagu Rabun Jauh, ada momen kita memilih untuk melihat dengan jelas dan menerima kenyataannya, walaupun itu menyakitkan," ujar Bernadya.
Pesan tersebut menjadi benang merah yang mengalir sepanjang lagu, menghadirkan refleksi tentang kehilangan dan penerimaan.
Baca Juga: Ribuan Anak Muda Ramaikan Borneo Harmony: Sal Priadi Hangatkan Sore, Bernadya Harukan Malam
Perspektif yang Tidak Biasa
Salah satu hal yang membuat Rabun Jauh menarik adalah sudut pandang yang digunakan dalam penulisannya.
Lagu ini bercerita dari perspektif seseorang yang berada di atas panggung, tetapi tetap bisa merasakan kehadiran sosok yang dirindukan tanpa benar-benar melihatnya.
Baca Juga: Borneo Harmony 2025: Bernadya dan Sal Priadi Siap Menghibur Masyarakat Pontianak
Pendekatan tersebut menjadi pengalaman baru bagi Rendy Pandugo saat pertama kali mendengar demo lagu tersebut.
"Waktu pertama kali mendengar demonya, saya cukup terkejut karena idenya sangat unik. Ini adalah perspektif yang jarang saya temui, baik dalam penulisan maupun dalam lagu yang pernah saya dengar," ungkap Rendy Pandugo.
Aransemen Minimalis yang Menguatkan Emosi
Secara musikal, Rabun Jauh dibalut dengan aransemen balada yang minimalis dan intim.
Penekanan utama diberikan pada lirik serta karakter vokal Bernadya yang terdengar jujur dan personal. Pendekatan tersebut membuat emosi yang ingin disampaikan lagu terasa lebih dekat kepada pendengar.
Baca Juga: Bernadya dan Sal Priadi Siap Hibur Warga Pontianak dalam Event Borneo Harmony 2025
"Aransemen dengan piano dan backing vocal saja sudah terasa cukup untuk menyampaikan emosi tersebut," tambah Randy.
Dengan konsep yang sederhana namun kuat secara emosional, Rabun Jauh kembali menunjukkan kemampuan Bernadya dalam mengolah perasaan menjadi karya yang mudah terhubung dengan pengalaman banyak orang. (*)
Editor : Chairunnisya