PONTIANAK POST– Musim kedua serial live-action Avatar: The Last Airbender akan menghadirkan pendalaman karakter yang lebih emosional. Penonton akan diajak melihat sisi lain Aang, Zuko, hingga Toph melalui perjalanan batin yang menjadi fokus utama cerita.
Penanggung jawab acara (showrunner) serial tersebut, Christine Boylan, mengatakan setiap karakter utama memiliki alur cerita khusus yang mengeksplorasi "bayangan" atau sisi kepribadian yang selama ini tersembunyi.
"Setiap karakter memiliki sisi 'bayangan'. Bayangan tidak selalu merupakan bagian negatif dari diri kita. Bayangan hanyalah bagian lain dari diri kita yang mungkin belum siap kita tunjukkan kepada orang lain," ujar Boylan dikutip dari Variety, Jumat (26/6).
Baca Juga: Avatar 4 dan Avatar 5 Segera Digarap, James Cameron Pangkas Biaya dan Waktu Produksi
Aang, Zuko, dan Toph Jadi Fokus Cerita
Boylan menjelaskan, Zuko memiliki sisi lain ketika menjadi Blue Spirit, sementara Aang tidak hanya dikenal sebagai pengendali udara, tetapi juga memikul tanggung jawab sebagai Avatar.
Toph pun diperlihatkan memiliki dua sisi kehidupan yang berbeda. Di satu sisi ia merupakan putri terpandang dari Keluarga Beifong, namun di sisi lain dikenal sebagai pengendali bumi yang keras dan tangguh.
"Hanya Katara saja yang mungkin sedikit lebih bisa menyembunyikan sisi bayangannya (saat menjadi the Painted Lady)," kata Boylan.
Menurutnya, musim kedua akan lebih dahulu mengeksplorasi sisi emosional Toph, Aang, dan Zuko agar penonton memahami proses pertumbuhan karakter mereka.
Sementara itu, karakter Sokka dan Katara akan berkembang secara lebih alami melalui berbagai tantangan yang mereka hadapi sepanjang perjalanan.
Produksi Dua Musim Sekaligus
Selain memperdalam karakter, tim produksi juga menghadapi tantangan dalam mengadaptasi serial animasi ke format live-action. Mereka harus memilih bagian-bagian cerita yang paling penting untuk dimasukkan karena keterbatasan produksi.
Produser eksekutif Jabbar Raisani mengatakan produksi musim kedua dan ketiga yang dilakukan secara bersamaan justru memberi keuntungan dalam menyusun alur cerita.
"Ketika Anda harus memproduksi dua musim secara bersamaan, salah satu keuntungannya adalah Anda dapat melihat bagaimana bisa masuk ke Musim 2 dan menyiapkan ruang untuk membuat Musim 3. Karena kami tahu akan ke mana Musim 3 berlanjut, itu memungkinkan lebih banyak ruang di Musim 2," kata Raisani.
Adegan Favorit dari Animasi Tetap Dipertahankan
Tim produksi juga berupaya mempertahankan berbagai momen ikonik dari serial animasi Avatar: The Legend of Aang. Sejumlah adegan yang sempat dipotong diintegrasikan kembali ke dalam alur cerita yang berbeda agar tetap dapat dinikmati penggemar.
"Kami menemukan bagian favorit kami, lelucon, semua hal itu dan menarik semua yang kami bisa," kata Boylan.
Baca Juga: One Piece Live-Action Lanjut Musim 2, Kostum Baru dan Kehadiran Chopper Jadi Perhatian
Ia juga mengungkapkan bahwa Katara akan mendapatkan perkembangan karakter yang lebih besar pada musim ketiga.
"Katara memiliki busur cerita (arc) besar di Musim 3," ujar dia pula.
Sementara itu, musim kedua Avatar: The Last Airbender akan menampilkan konflik yang semakin kompleks ketika Aang dan rekan-rekannya menghadapi konspirasi di balik tembok Ba Sing Se. Mereka berusaha mencari dukungan Raja Bumi untuk menghadapi ancaman Raja Api Ozai yang terus memperluas kekuasaannya.*
Editor : Uray Ronald