PONTIANAK POST – Bagi pencinta film yang sedang mencari rekomendasi film liburan, "The Death of Robin Hood" layak masuk daftar tontonan mulai 3 Juli 2026. Film produksi A24 itu menghadirkan transformasi ekstrem Hugh Jackman yang tampil nyaris tak dikenali dengan rambut panjang berwarna perak, janggut tebal, dan wajah yang jauh dari kesan rapi yang selama ini melekat padanya.
Penampilan aktor peraih berbagai penghargaan tersebut menjadi sorotan saat pemutaran pratayang film di Jakarta, Senin malam. Banyak penonton mengaku sempat tidak menyadari sosok yang tampil di layar adalah Hugh Jackman.
Transformasi Hugh Jackman Bikin Penonton Pangling
Salah seorang penonton, Nadia, mengaku terkejut melihat perubahan penampilan Hugh Jackman yang sangat berbeda dibandingkan karakter-karakter yang pernah ia perankan sebelumnya.
"Saya benar-benar pangling. Awalnya saya tidak menyangka itu Hugh Jackman karena gaya rambut perak dan penampilannya yang sangat jauh dari peran-peran dia sebelumnya," ujarnya usai menyaksikan film di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, dilansir dari ANTARA.
Bagi Nadia, sosok Jackman selama ini identik dengan karakter ikonik seperti Wolverine dalam "Logan" maupun "Deadpool & Wolverine". Karena itu, kemunculannya sebagai Robin Hood versi yang lebih tua, keras, dan liar menjadi kejutan tersendiri.
Robin Hood Hadir dengan Sisi yang Lebih Kelam
Lewat arahan sutradara Michael Sarnoski, legenda Robin Hood tidak lagi digambarkan sebagai pahlawan yang romantis dan penuh harapan.
Film ini justru menghadirkan sosok Robin Hood yang brutal, sejalan dengan slogan "He was no hero" yang terpampang pada poster resminya.
Nuansa tersebut diperkuat dengan kostum rancangan Lorna Mugan berupa mantel bulu tebal yang menyatu dengan lanskap alam liar, menciptakan karakter yang keras sekaligus penuh misteri.
Meski menuai beragam tanggapan, sejumlah media internasional memuji performa Hugh Jackman sebagai kekuatan utama film ini. Time Out menyebut film garapan Michael Sarnoski itu "berani, brutal, tetapi mengejutkan karena tetap sensitif", sedangkan Screen Rant menilai atmosfer suram, kedalaman tema, dan penampilan para pemain membuat film tetap menarik hingga akhir.
Dedikasi Hugh Jackman Jadi Nilai Tambah Film
Selain perubahan penampilan, dedikasi Hugh Jackman juga menjadi daya tarik utama film ini.
Aktor berusia 57 tahun itu melakukan sebagian besar adegan laga sendiri meski harus menghadapi proses syuting dengan riasan berat dan kondisi cuaca yang ekstrem.
Komitmen tersebut membuat karakter Robin Hood terasa lebih autentik sekaligus memperlihatkan sisi emosional seorang legenda yang telah menua dan dibayangi masa lalunya.
Hugh Jackman mengungkapkan bahwa memerankan Robin Hood di penghujung hidupnya menjadi pengalaman yang berbeda dari peran-peran sebelumnya. Dalam wawancara dengan People, ia mengatakan proses mendalami tema kematian, penyesalan, dan penebusan justru terasa "menenangkan dan menyembuhkan" (calming and really healing). Menurut Jackman, film ini tidak hanya menghadirkan aksi, tetapi juga mengajak penonton melihat sisi kemanusiaan seorang tokoh yang bergulat dengan masa lalu dan mencari kesempatan terakhir untuk menebus kesalahannya.
Sementara sang sutradara Michael Sarnoski, mengatakan, ketertarikannya pada kisah ini berawal dari balada klasik tentang kematian Robin Hood yang jarang diangkat ke layar lebar. Ia sengaja menghadirkan sosok Robin Hood yang lebih tua, penuh luka, dan dibayangi penyesalan untuk menjawab pertanyaan, "Seperti apa sebenarnya kehidupan seorang bandit pada abad pertengahan?" Menurutnya, pendekatan tersebut membuat legenda Robin Hood terasa lebih manusiawi, brutal, sekaligus relevan bagi penonton masa kini.
Layak Masuk Daftar Tontonan Liburan
Bagi penonton yang menginginkan tontonan dengan nuansa aksi, drama, dan visual sinematik, "The Death of Robin Hood" menawarkan pengalaman yang berbeda dari adaptasi Robin Hood sebelumnya.
Selain Hugh Jackman, film ini juga dibintangi Bill Skarsgård sebagai Little John, Jodie Comer sebagai Suster Brigid, serta sejumlah aktor Hollywood lainnya yang memperkuat kualitas akting dan dinamika cerita.
Film produksi A24 tersebut mulai tayang di jaringan bioskop Indonesia pada 3 Juli 2026, bertepatan dengan momen liburan sekolah sehingga menjadi salah satu pilihan menarik untuk menghabiskan waktu bersama keluarga maupun sahabat. (ars)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro