PONTIANAK POST - Berkarier di dunia hiburan sering kali diiringi berbagai tantangan dan penilaian publik.
Namun, Morgan Oey memilih tetap fokus pada kecintaannya terhadap dunia akting dan menikmati setiap proses yang dijalani.
Mengawali karier sebagai personel grup SM*SH pada 2010, Morgan kemudian menekuni dunia akting sejak debutnya lewat film Assalamualaikum Beijing (2014).
Baca Juga: Morgan Oey Kaget Dipilih Menjadi Duta Festival Film Indonesia 2026
Memilih Film karena Cerita dan Karakter
Dilansir dari Jawapos, Morgan mengaku tidak ingin menetapkan standar baru dalam memilih proyek film meski kini dipercaya menjadi Duta Festival Film Indonesia 2026.
"Kalau dibilang jadi lebih selektif, nggak, jangan lah. Yang pertama proyeknya relate dulu sama saya. Saya harus jatuh cinta dulu sama ceritanya dan tertarik sama karakternya, baru saya bisa memberikan yang terbaik," ungkapnya.
Baca Juga: Ghost in the Cell Tembus 86 Negara, Rekor Baru Film Indonesia
Saat ditanya apakah predikat tersebut akan memengaruhi honor, Morgan memilih menjawab dengan santai.
"Aduh, standar, ya. Kalau bicara honor itu sulit karena balik lagi, keperluan kebutuhan juga pasti dihitung, lalu penawarannya kayak gimana. Ya, sama kayak bisnis gitu sebenarnya," ujarnya.
Fokus pada Hal yang Bisa Dikontrol
Morgan juga mengenang masa ketika memutuskan keluar dari SM*SH untuk beralih ke dunia akting. Keputusan itu sempat menuai penilaian negatif dari sebagian orang.
"Ya karena memang cross dari dunia nyanyi ke film. Pada waktu itu pun memang (SM*SH) lagi hype banget, jadi saya dicap aji mumpung. Cuma saya belajar bahwa itu persepsi orang yang nggak bisa saya kontrol," jelasnya.
Pengalaman tersebut membuatnya memilih memusatkan perhatian pada hal-hal yang berada dalam kendalinya, yakni memberikan kemampuan terbaik setiap kali mendapat kesempatan berakting.
"Akhirnya saya lebih fokus kepada hal yang bisa saya kontrol, yaitu ketika dapat kepercayaan main film atau akting di medium apapun. Saya mulai dari sinetron, FTV, film, serial. Semua itu menuntut keseriusan dalam akting. Jadi, saya berusaha kasih yang terbaik buat. Dan puji Tuhan setelah hampir 16 tahun berkarya bisa masuk ke dalam keluarga FFI dan dapat nominasi tahun lalu," tuturnya.
Selama belasan tahun berkarier sebagai aktor, Morgan mengaku lebih banyak merasakan pengalaman menyenangkan dibandingkan tantangan.
"Banyak sukanya. Ini menurut perspektif saya secara personal, karena saya cinta sama pekerjaan dan profesi ini. Jadi tidak ada duka yang terlalu berarti. Ya paling capek-capek doang, gitu, tapi tetap banyak sukanya," pungkasnya. (*)
Editor : Chairunnisya