PONTIANAK POST - Dunia mode masih menjadi latar utama dalam The Devil Wears Prada 2.
Namun, sekuel film ini menghadirkan tema yang jauh lebih relevan, yakni perjuangan media cetak bertahan di tengah derasnya arus digitalisasi.
Runway Terancam Kehilangan Pembaca dan Pengiklan
Dilansir dari Jawapos, film dibuka dengan mimpi buruk yang menghantui banyak pekerja media. Andy Sachs (Anne Hathaway), yang baru menerima penghargaan jurnalisme, justru kehilangan pekerjaannya bersama rekan-rekannya akibat perusahaan media mengalami penurunan pendapatan.
Baca Juga: Film Korean Haunted Hospital Dipuji di BIFAN, Anggy Umbara Dapat Apresiasi
Di sisi lain, majalah mode Runway yang dipimpin Miranda Priestly (Meryl Streep) juga menghadapi krisis. Reputasi majalah tercoreng setelah narasumber mengelabui reporter. Popularitas Runway menurun, pembaca mulai berkurang, dan pengiklan terancam menghentikan pendanaan.
Melihat kondisi tersebut, Irv Ravitz meminta Andy kembali ke Runway sebagai editor berita fitur untuk membantu memulihkan nama baik majalah.
Jurnalisme Jadi Tema Utama
Baca Juga: 53 Tahun Pontianak Post: Menjaga Jurnalisme, Merawat Peradaban
Andy dan Miranda kembali bekerja sama demi mempertahankan eksistensi Runway di tengah perubahan industri media.
"Jurnalisme dan media cetak telah berubah. Akan masuk akal mengeksplorasi hal itu sambil membuat para karakter berinteraksi lagi," ujar sutradara David Frankel dalam pernyataan tertulis.
Sepanjang film, penonton diperlihatkan bagaimana media kini harus menghadapi perubahan pola konsumsi informasi, persaingan digital, hingga ketergantungan terhadap pendapatan iklan. (*)
Editor : Chairunnisya