PONTIANAK POST - Meski mengangkat kisah para dewa dan makhluk mitologi, The Odyssey tidak tampil sebagai fantasi yang berlebihan. Christopher Nolan justru memilih pendekatan realistis yang menjadi ciri khas film-filmnya.
Dewa dan Monster Tampil Lebih Membumi
Dilansir dari Jawapos, alih-alih menampilkan Poseidon secara langsung, Nolan menggambarkan amarah sang dewa melalui ombak raksasa dan badai.
Baca Juga: Film The Odyssey Hadirkan Petualangan Odysseus dengan Sentuhan Sinematik Kontemporer
Begitu pula Charybdis yang hanya hadir sebagai pusaran air besar. Athena (Zendaya) menjadi satu-satunya dewi yang tampil, tetapi digambarkan sebagai suara hati dan pikiran Odysseus, bukan sosok berkekuatan luar biasa.
Efek Praktis Perkuat Pengalaman Menonton
Set pantai, kapal, kuda Troya hingga robot animatronik Cyclops dibangun secara nyata untuk memperkuat kesan realistis. Pendekatan tersebut membuat dunia mitologi terasa lebih hidup sekaligus memberi sensasi yang lebih utuh bagi penonton.
Baca Juga: Pierre Coffin Ubah Film Monster Jadi Komedi Lewat Minions & Monsters
"Aku juga mengangkat sudut pandang karakter, karena aku ingin penonton merasakan latar dan suasana tempatnya," kata Nolan kepada CBS News.
Salah satu adegan bahkan membawa penonton seolah berada di dalam kuda Troya yang sempit dan penuh prajurit. (*)
Editor : Chairunnisya