Bassist PAS Band Trisno Meninggal Dunia, Berjuang Melawan Gagal Ginjal

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 22:49 WIB
Bassist PAS Band Bambang Sutrisno alias Trisnoize atau Trisno meninggal dunia di usia 55 tahun akibat gagal ginjal. Kepergian musisi asal Bandung itu meninggalkan duka bagi keluarga, sahabat, dan penggemar musik Indonesia.
Bassist PAS Band Bambang Sutrisno alias Trisnoize atau Trisno meninggal dunia di usia 55 tahun akibat gagal ginjal. Kepergian musisi asal Bandung itu meninggalkan duka bagi keluarga, sahabat, dan penggemar musik Indonesia.

 

PONTIANAK POST — Dunia musik Indonesia berduka. Trisno PAS Band meninggal dunia pada Sabtu (1/8) di usia 55 tahun setelah mengalami gagal ginjal.

Musisi bernama lengkap Bambang Sutrisno alias Trisnoize atau Trisno itu mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 14.17 WIB. Sebelum meninggal, bassist PAS Band tersebut sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hermina Bandung.

 

Kondisi Kesehatan Menurun dalam Beberapa Bulan Terakhir

Drummer PAS Band, Sandy, mengatakan kondisi kesehatan sahabatnya itu mulai menurun dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut Sandy, sekitar dua pekan sebelum meninggal, pihaknya mendapat kabar bahwa Trisno mengalami sakit saat berada di tempat kosnya. Namun, Trisno dikenal sebagai sosok yang sering menahan rasa sakit dan enggan segera memeriksakan diri.

“Dua minggu yang lalu kami dapat kabar Trisno sakit di kosannya, pusing kepalanya. Tapi seperti biasa, dia nggak mau periksa, semua dirasain sendiri,” ujar Sandy.

Gagal Ginjal Diketahui Setelah Pemeriksaan Medis

Setelah dibujuk oleh rekan-rekannya, Trisno akhirnya menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Dari hasil pemeriksaan, diketahui fungsi ginjalnya sudah mengalami penurunan berat.

“Pas dicek akhirnya ketahuan gagal ginjal. Sudah tinggal 5 persen,” kata Sandy.

Sandy mengungkapkan, kondisi kesehatan Trisno sebenarnya sudah menjadi perhatian sejak sekitar empat tahun terakhir. Ia beberapa kali mengingatkan rekannya tersebut untuk memeriksakan kondisi ginjal.

Sempat Mengalami Bengkak pada Kaki

Menurut Sandy, Trisno juga sempat mengalami sejumlah tanda gangguan kesehatan. Salah satunya adalah kaki yang mulai membengkak.

Trisno juga disebut mengonsumsi obat secara rutin karena kondisi kesehatannya.

“Trisno itu minum obat terus. Takut, minum obat lagi. Kakinya mulai bengkak. Beberapa kali pas manggung saya ingetin buat cek ginjal,” tutur Sandy.

Jejak Trisno Bersama PAS Band

Kepergian Trisno meninggalkan duka bagi keluarga, sahabat, dan para penggemar PAS Band. Sebagai bassist, Trisno menjadi bagian penting dalam perjalanan panjang grup musik asal Bandung tersebut.

Karya dan kontribusinya bersama PAS Band menjadi bagian dari perjalanan musik rock Indonesia yang telah bertahan selama puluhan tahun.

Trisno Dimakamkan di Bandung

Jenazah Trisno telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikutra, Bandung, Jawa Barat, Minggu (2/8).

Kepergian sang bassist menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan, terutama pemeriksaan dini ketika muncul tanda-tanda gangguan pada tubuh. *

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
musisi Indonesia Bambang Sutrisno bassist PAS Band perjalanan musik PAS Band gagal ginjal