X-Men ’97 Season 2 Hadirkan Tiga Masa Berbeda dan Ancaman Besar Apocalypse

Chairunnisya • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:53 WIB
Cuplikan Film X-Men ’97 Season 2. (DOK JAWAPOS)
Cuplikan Film X-Men ’97 Season 2. (DOK JAWAPOS)

PONTIANAK POST - Serial animasi superhero tidak selalu hanya menawarkan pertarungan dan kekuatan super. X-Men ’97 Season 2 kembali membawa kisah para mutan dengan cerita yang memadukan fiksi ilmiah, konflik, dan perjalanan waktu.

Serial produksi Marvel Animation ini merupakan kelanjutan dari serial animasi X-Men yang tayang pada 1992 hingga 1997.

Setelah musim pertama mendapatkan respons positif pada 2024, cerita Profesor Charles Xavier dan para mutan berlanjut dengan situasi yang lebih kompleks.

Baca Juga: Spider-Man Brand New Day Padukan Drama, Humor, dan Aksi Spektakuler dalam Satu Film

Para Mutan Terpencar di Tiga Masa

Empat episode pertama musim kedua memperlihatkan para mutan yang terpencar di tiga masa berbeda, yakni masa kini, masa depan, dan masa lalu.

Meski berada pada waktu yang berbeda, ketiga kelompok tersebut memiliki tujuan yang sama.

Mereka harus menghentikan Apocalypse, mutan megalomaniak yang ingin menguasai dunia sekaligus menghancurkan mutan yang tidak sejalan dengan prinsipnya.

Baca Juga: Lee Min Ho Jadi Reporter Muda Pemburu Kebenaran dalam Film Assassin(s)

Persoalannya, Apocalypse bukan musuh yang mudah dikalahkan. Dia memiliki kekuatan yang membuatnya mampu bangkit kembali meski sudah dikalahkan.

Ia juga dapat berpindah dari satu masa ke masa lainnya.

Ancaman Apocalypse sebenarnya bukan sesuatu yang baru bagi para mutan. Sosok tersebut bahkan sudah menebar teror sejak serial animasi lawas X-Men yang tayang pada 1992 hingga 1997.

Baca Juga: Film Evil Dead Burn Buktikan Efek Practical Masih Efektif Membuat Horor Mencekam

Mengungkap Masa Lalu En Sabah Nur

Perjalanan waktu dalam musim kedua juga memberikan kesempatan untuk mengenal Apocalypse dari sisi berbeda.

X-Men yang terdampar di masa lalu menemukan kisah Apocalypse ketika masih bernama En Sabah Nur. Ia merupakan mutan yang hidup pada masa Mesir Kuno dan juga mengalami diskriminasi.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk sifat pendendam hingga berkembang menjadi sosok kejam bernama Apocalypse.

Eric Lewald, salah satu produser eksekutif, mengatakan perjalanan waktu memberikan ruang untuk mengeksplorasi perubahan Nur sebelum menjadi Apocalypse.

Baca Juga: Film Evil Dead Burn Hadirkan Teror Deadite Lewat Drama Keluarga dan Trauma

“Di masa lalu, Nur dikisahkan masih mencari identitasnya. Kalian bahkan tidak yakin dia jahat atau tidak. Kita akan lihat apa isi pikiran Nur sebelum jadi Apocalypse,” ujar Lewald dalam wawancara bersama Entertainment Weekly, dikutip dari Jawapos.

Ancaman Tidak Hanya Datang dari Mutan

Di tengah upaya menghadapi Apocalypse, para mutan juga harus menghadapi ancaman dari manusia biasa.

Sebagian manusia takut terhadap mutan dan menganggap keberadaan mereka dapat membahayakan manusia.

Baca Juga: Ryan Reynolds Konfirmasi Film Deadpool Baru Sedang Dikembangkan Marvel Studios

Bahkan, ada yang menganggap mutan tidak layak hidup karena berpotensi menyebabkan kepunahan manusia biasa.

Kebencian tersebut semakin kuat karena dukungan pihak yang berkuasa. Salah satu kandidat presiden, Graydon Creed, bahkan membentuk Friends of Humanity, kelompok yang bertujuan memberantas para mutan.

Negara fiktif Genosha yang menjadi suaka bagi para mutan juga kembali menjadi sasaran kebencian setelah dihancurkan para pembenci mutan pada musim pertama. (*)  

Editor : Chairunnisya
perjalanan waktu X-Men ’97 Season 2 Apocalypse Marvel Animation En Sabah Nur