PONTIANAK POST - Di tengah semakin maraknya penggunaan teknologi digital dalam produksi visual musik, Ungu memilih pendekatan berbeda.
Grup musik tersebut justru menghadirkan video musik terbaru dengan konsep analog yang mengutamakan pengambilan gambar secara nyata.
Dilansir dari Jawapos, Ungu resmi merilis video musik (MV) Utara-Selatan pada Rabu (5/8) lalu. Berbeda dari sejumlah karya sebelumnya, MV kali ini disutradarai langsung oleh vokalis Ungu, Pasha.
Menariknya, produksi MV tersebut juga melibatkan anak-anak para personel Ungu sebagai pemeran utama.
Kiesha Alvaro dan Zara Leola Jadi Pemeran
Dua pemeran utama yang tampil dalam MV Utara-Selatan adalah Kiesha Alvaro, putra Pasha, dan Zara Leola, putri gitaris Enda.
Baca Juga: Katy Perry Kecewa Firework Dijadikan Musik Latar Video Serangan terhadap Iran
Keduanya dipilih bukan hanya karena sama-sama aktif di dunia akting. Kiesha dan Zara juga sudah saling mengenal sejak kecil sehingga dianggap memiliki kedekatan yang mendukung cerita dalam video musik.
’’Kiesha dan Zara kan sudah tumbuh bersama dari kecil, jadi sudah saling kenal. Memang dua-duanya juga sudah sering terlibat dengan dunia akting,’’ ucap Pasha.
Keterlibatan keduanya sekaligus memberikan warna tersendiri bagi MV Utara-Selatan. Anak-anak personel Ungu tidak hanya hadir sebagai bagian dari keluarga para anggota band, tetapi juga tampil sebagai pemeran utama dalam karya terbaru tersebut.
Pilih Produksi Analog Tanpa CGI dan AI
Dari sisi visual, Ungu sengaja memilih pendekatan yang berbeda. MV Utara-Selatan diproduksi dengan konsep analog tanpa memanfaatkan efek CGI maupun kecerdasan buatan (AI).
Baca Juga: Mikha Tambayong, Rayi Putra, Jalan Tengah, comeback musik, RAW Music
Pendekatan tersebut dipilih untuk mempertahankan kesan autentik sekaligus menjaga identitas musikalitas Ungu di tengah perkembangan visual berbasis teknologi digital.
’’Ungu sudah sangat siap untuk digital,’’ ujar Pasha.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pilihan menggunakan konsep analog bukan karena Ungu menolak perkembangan teknologi.
Bassis Makki Omar Parikesit menjelaskan, pembatasan penggunaan teknologi digital dalam produksi MV bukan berarti grup tersebut menutup diri terhadap perkembangan zaman.
Baca Juga: Idgitaf Siapkan Konser Semi-Teatrikal Perdana, Janjikan Pengalaman Musik Lebih Emosional
Menurut dia, pendekatan visual konvensional justru dapat menghadirkan kedalaman emosi yang lebih kuat.
Seluruh Adegan Direkam Secara Nyata
Gitaris Franco Medjaya atau Enda juga menjelaskan pendekatan yang digunakan dalam produksi MV tersebut.
Seluruh adegan direkam secara nyata tanpa rekayasa visual menggunakan CGI maupun AI.
Baca Juga: Labu Raksasa asal Afrika Bisa Diubah Menjadi Alat Musik hingga Wadah Makanan
’’Approach-nya lebih analog. Di panggung, cerita, gambar betulan. Tidak ada CGI, tidak ada AI, tidak ada apa,’’ jelas Enda.
Pilihan tersebut membuat MV Utara-Selatan memiliki pendekatan visual yang lebih sederhana dan mengutamakan apa yang benar-benar direkam selama proses produksi.
Konsep itu sekaligus menjadi cara Ungu mempertahankan karakter visual yang mereka inginkan di tengah perkembangan teknologi produksi musik yang semakin digital.
Baca Juga: Grammy Awards 2027 Tambah Lima Kategori Baru, Musik Pop Asia Dapat Sorotan
Bersiap Menuju 30 Tahun Berkarya
Strategi Ungu tidak berhenti pada produksi MV. Grup tersebut juga memadukan distribusi digital dengan konsep produksi visual manual.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Ungu mempertahankan eksistensi mereka menjelang perjalanan 30 tahun berkarya.
Pasha mengatakan, perayaan tersebut nantinya akan dilengkapi dengan konser spesial.
Konser itu akan menghadirkan repertoar lagu dari seluruh album yang telah dirilis Ungu sepanjang perjalanan karier mereka.
Baca Juga: Dear My Girl Jadi Bukti Evolusi Musik Solo Sehun EXO
Dengan demikian, MV Utara-Selatan tidak hanya menjadi karya terbaru Ungu, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan grup menuju perayaan tiga dekade berkarya di industri musik. (*)
Editor : Chairunnisya