Jangan Tunggu Haid Pertama Setelah Melahirkan untuk Pakai Kontrasepsi, Ini Alasannya

Chairunnisya • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 14:16 WIB
Ilustrasi konsultasi alat kontrasepsi dengan dokter. (AI)
Ilustrasi konsultasi alat kontrasepsi dengan dokter. (AI)

PONTIANAK POST - Setelah melahirkan, sebagian ibu mungkin belum kembali mengalami menstruasi. Kondisi tersebut terkadang dianggap sebagai tanda bahwa kehamilan belum mungkin terjadi.

Padahal, ovulasi dapat berlangsung sebelum menstruasi pertama.

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan sekaligus konselor laktasi, dr Evania Nita Oetama SpOG MKedKlin CBC, mengingatkan pasangan yang belum ingin kembali hamil agar tidak menjadikan menstruasi sebagai patokan utama.

Baca Juga: Hamil Terlalu Cepat Setelah Melahirkan? Ini Risiko yang Perlu Diketahui

Ovulasi Bisa Terjadi Sebelum Haid

Menurut Evania, ibu dapat mengalami ovulasi sebelum menstruasi pertama setelah melahirkan. Menyusui memang dapat menunda ovulasi, tetapi bukan berarti kehamilan tidak mungkin terjadi.

’’Pasangan yang belum ingin hamil kembali sebaiknya tidak menunggu sampai menstruasi pertama untuk menggunakan kontrasepsi sebab ovulasi dapat terjadi sebelum menstruasi pertama,’’ tegas Evania, dikutip dari Jawapos.

Baca Juga: Pernah Operasi Caesar? Ini Pertimbangan Dokter Sebelum Kehamilan Berikutnya

Karena itu, penggunaan kontrasepsi perlu dipertimbangkan lebih awal bagi pasangan yang masih ingin menunda kehamilan berikutnya.

Pilihan Kontrasepsi bagi Ibu Menyusui

Kontrasepsi bahkan dapat direncanakan sejak masa kehamilan atau sebelum persalinan. Bagi ibu menyusui, tersedia sejumlah pilihan metode.

Pilihan tersebut antara lain IUD, implan, pil progesteron saja, suntik progesteron, hingga kondom. Namun, pemilihan metode kontrasepsi tidak dilakukan secara sembarangan.

Metode yang digunakan perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan, pola menyusui, keinginan mengenai waktu kehamilan berikutnya, serta kenyamanan ibu.

Baca Juga: Berapa Lama Jarak Ideal Kehamilan? Berikut Penjelasan Dokter untuk Pasangan

Persiapan Kehamilan Berikutnya

Ketika pasangan sudah mulai merencanakan kehamilan berikutnya, kesiapan tubuh ibu juga perlu diperhatikan. Evania menyarankan konsultasi prakonsepsi sebelum pasangan mulai mencoba hamil.

’’Jarak waktu hanyalah salah satu indikator. Idealnya, pasangan melakukan konsultasi prakonsepsi sebelum mulai mencoba hamil. Dengan begitu, dokter dapat mengevaluasi kondisi ibu dan melakukan persiapan, termasuk suplementasi asam folat dan pengaturan penyakit yang sudah ada,’’ lanjutnya.

Melalui konsultasi tersebut, kondisi ibu dapat dievaluasi sebelum kehamilan terjadi sehingga persiapan dapat dilakukan sesuai kebutuhan.

Dengan demikian, pasangan tidak perlu menunggu menstruasi pertama untuk mulai memikirkan kontrasepsi.

Sebaliknya, perencanaan kontrasepsi dan kehamilan berikutnya dapat dipersiapkan lebih awal sesuai kondisi ibu dan rencana keluarga. (*) 

Editor : Chairunnisya
ovulasi kontrasepsi setelah melahirkan haid pertama mencegah kehamilan ibu menyusui