PONTIANAK POST - Kehidupan para asisten rumah tangga menjadi sumber drama sekaligus komedi dalam film Agensi Rumah Tangga.
Para karakter ART hadir dengan latar belakang, penampilan, pembawaan, dan cara bertutur yang berbeda.
Sebagian besar karakter ART diperankan para komika perempuan sehingga masing-masing memiliki ciri khas yang membuat karakter mereka tidak saling menutupi.
Baca Juga: Agensi Rumah Tangga Angkat Kisah Perempuan dan Perjuangan Mencari Kerja
Karakter ART Jadi Sumber Komedi
Aspek komedi dalam Agensi Rumah Tangga banyak muncul melalui tingkah polah para tokoh ART.
Ada karakter yang keras kepala, polos, genit, merasa paling jago, hingga yang ingin memiliki majikan dari kalangan selebritas.
Jawapos menyebut perbedaan karakter tersebut membuat setiap tokoh memiliki warna tersendiri dalam cerita.
Baca Juga: Dari Penyanyi ke Aktris, Shanna Shannon Hadapi Tantangan Film Pertama
Penampilan, pembawaan, hingga cara bertutur juga menjadi bagian yang membedakan satu karakter dengan karakter lainnya.
Setiap Karakter Dirancang Berbeda
Upi dan Ayu Anggraini Putri selaku penulis skenario menjelaskan bahwa para karakter ART dirancang dengan latar belakang yang kuat dan unik.
“Tiap scene, ada yang jadi highlight, biar nggak rebutan sorotan,” ujar Naya.
Baca Juga: Film The End of Oak Street Hadirkan Teror Dinosaurus Tanpa Teknologi Modern
Sisi manusiawi para ART menjadi salah satu hal yang coba ditonjolkan Naya dan Upi. Beberapa karakter bahkan memiliki sub-plot lengkap dengan drama yang klise dan generik, tetapi tetap cukup menghibur.
Terlalu Banyak Karakter Jadi Catatan
Di sisi lain, banyaknya karakter juga menjadi salah satu kelemahan dalam film.
Penonton berpotensi bingung mengikuti karakter karena jumlahnya cukup banyak.
Beberapa babak cerita juga berjalan terlalu singkat, bahkan ada bagian yang dinilai seharusnya tidak perlu muncul agar cerita para ART dapat berkembang lebih optimal.
Baca Juga: Agensi Rumah Tangga, Kisah Katia Bangun Bisnis Penyalur ART
Kondisi tersebut turut membuat isu kesejahteraan ART kurang tereksplorasi karena cerita harus membagi ruang untuk banyak karakter dan plot.
Meski demikian, keberagaman karakter para ART tetap menjadi salah satu elemen yang memberi warna pada drama-komedi Agensi Rumah Tangga. (*)
Editor : Chairunnisya