Tante Sonya Hadir sebagai Reboot Catatan Harian Sonya Era 1990-an

Chairunnisya • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 18:25 WIB
Cuplikan adegan dalam serial Tante Sonya (RAFI FILMS/DOK JAWAPOS)
Cuplikan adegan dalam serial Tante Sonya (RAFI FILMS/DOK JAWAPOS)

PONTIANAK POST - Kisah Sonya kembali hadir melalui series Tante Sonya.

Membawa semangat dari karya yang pernah dikenal pada era 1990-an, series ini hadir sebagai reboot dengan cerita yang dimodifikasi untuk mengikuti dinamika kehidupan masa kini.

Jawapos menyebut Tante Sonya mengusung kisah cinta beda usia dengan relasi Sonya dan Ben sebagai pusat cerita.

Baca Juga: Tante Sonya Hadirkan Kisah Cinta Beda Usia di Tengah Krisis Bisnis

Reboot dari IP Era 1990-an

Tante Sonya merupakan reboot dari IP legendaris era 1990-an, Catatan Harian Sonya.

Meski mengambil nama dan semangat dari karya sebelumnya, cerita kali ini dimodifikasi agar lebih relevan dengan dinamika kehidupan masa kini.

Sutradara Surya Ardy Octaviand menempatkan relasi Sonya dan Ben sebagai pusat cerita, terutama mengenai bagaimana perasaan dapat tumbuh di tengah perbedaan usia sekaligus batas profesional antara atasan dan bawahan.

Baca Juga: Nadya Arina Ungkap Tantangan Memerankan Dokter Forensik dalam Serial Horor

Sonya dan Ben Jadi Pusat Cerita

Sonya digambarkan sebagai perempuan sukses berusia 43 tahun yang kembali ke Indonesia untuk mengambil alih Dermawan Group, perusahaan keluarganya yang sedang berada di ambang kebangkrutan.

Sementara itu, Ben merupakan pria yang pernah mendapatkan dukungan Sonya ketika mengikuti kompetisi business plan delapan tahun sebelumnya.

Kini, keduanya bertemu kembali dalam hubungan profesional. Ben menjadi karyawan di perusahaan yang dipimpin Sonya.

Baca Juga: Adinia Wirasti Ungkap Sisi Kompleks Niken Dalam Serial Manis di Bibir

Situasi tersebut menjadi dasar berkembangnya kisah cinta yang tidak sederhana karena keduanya berada dalam posisi berbeda di tempat kerja.

Perspektif Baru dalam Kisah Cinta

Bagi Maxime Bouttier, daya tarik cerita Tante Sonya justru terletak pada perspektif yang ditawarkan.

”Aku cuma mau kasih lihat penonton angle atau permespek tif yang berbeda daripada biasanya lewat series Tante Sonya,” ujarnya.

Sementara itu, Raihaanun melihat Sonya sebagai perempuan kantor yang kaku dan telah terbiasa mengendalikan kehidupannya sendiri.

Baca Juga: Maxime Bouttier Ungkap Alasan Tertarik Membintangi Serial Tante Sonya

Namun, kehadiran Ben perlahan mengubah pertahanan Sonya.

”Sonya ini pekerja kantor yang kaku. Di perjalanannya dia menemukan satu hal yang sulit buat dia. Lalu, ada Ben yang membuatnya membuka hati,” tutur Raihaanun.

Melalui hubungan keduanya, Tante Sonya mencoba menghadirkan kembali karakter Sonya dengan persoalan dan dinamika yang disesuaikan dengan kehidupan masa kini. (*) 

Editor : Chairunnisya
Tante Sonya Catatan Harian Sonya reboot series series Indonesia Surya Ardy Octaviand