Empat Film Indonesia Tembus BIFF 2026, Laut Bercerita Masuk Kompetisi Utama

Chairunnisya • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 18:36 WIB
Produser, sutradara, serta para pemain film Laut Bercerita hadir dalam acara konferensi pers, Rabu (9/9). (INSTAGRAM LAUT BERCERITA/DOK JAWAPOS)
Produser, sutradara, serta para pemain film Laut Bercerita hadir dalam acara konferensi pers, Rabu (9/9). (INSTAGRAM LAUT BERCERITA/DOK JAWAPOS)

PONTIANAK POST - Festival film internasional menjadi salah satu ruang bagi karya sinema Indonesia untuk menjangkau penonton yang lebih luas.

Pada 2026, empat film Indonesia resmi terpilih dalam ajang Busan International Film Festival (BIFF) yang berlangsung pada 6–15 Oktober mendatang.

Keempat film tersebut hadir dalam sejumlah program berbeda, termasuk kategori kompetisi utama hingga kompetisi film pendek.

Baca Juga: Dari Penyanyi ke Aktris, Shanna Shannon Hadapi Tantangan Film Pertama

Empat Film Indonesia di BIFF 2026

Dilansir dari Jawapos, empat film Indonesia yang terpilih dalam BIFF 2026 adalah Laut Bercerita karya Yosep Anggi Noen, Ibuku karya Eddie Cahyono, Empat Musim Pertiwi karya Kamila Andini, dan aLPa karya Dhiwangkara Seta.

Laut Bercerita dan Ibuku masuk dalam kategori kompetisi utama. Sementara itu, Empat Musim Pertiwi mengikuti program A Window on Asian Cinema.

Baca Juga: Joko Anwar dan Hanung Bramantyo Rayakan Enam Film Indonesia di BIFAN

Adapun aLPa akan berkompetisi dalam program Wide Angle – Asian Short Film Competition untuk film pendek.

Keikutsertaan empat film tersebut kembali menegaskan kiprah sinema Indonesia yang mampu menarik perhatian kurator festival film bergengsi dunia.

Laut Bercerita Tayang Perdana di BIFF

Salah satu film Indonesia yang mendapat perhatian dalam BIFF 2026 adalah Laut Bercerita karya Yosep Anggi Noen.

Baca Juga: Enam Film Indonesia Lolos Seleksi Resmi Bucheon International Fantastic Film Festival 2026

Film yang dibintangi Reza Rahadian tersebut akan menjalani pemutaran perdana di BIFF 2026.

Yosep Anggi Noen menyebut BIFF sebagai festival yang memiliki arti penting bagi perfilman Asia dan dunia.

Ia berharap pemutaran Laut Bercerita di festival tersebut dapat membuka percakapan yang lebih luas.

’’Busan adalah festival yang besar dan penting untuk perfilman Asia dan dunia. Kami berharap penayangan di Busan bisa memantik percakapan yang lebih luas,’’ ujar sutradara Yosep Anggi Noen dalam rilis resmi, dikutip dari Jawapos.

Baca Juga: Morgan Oey Kaget Dipilih Menjadi Duta Festival Film Indonesia 2026

Angkat Kisah Aktivis dan Relasi Antartokoh

Laut Bercerita tidak hanya berkisah tentang hilangnya para aktivis dan rezim otoriter.

Film tersebut juga mengangkat relasi serta emosi yang dialami para tokohnya. Ceritanya diadaptasi dari novel berjudul sama karya Leila S. Chudori.

Yosep menyebut film tersebut membawa cerita tentang Indonesia kepada penonton sinema Asia dan internasional.

Baca Juga: Film Minions & Monsters Resmi Tayang di Bioskop Indonesia, Pilihan Tepat Isi Liburan Sekolah Anak

’’Ini sebuah film yang membawa cerita tentang Indonesia, disaksikan oleh penonton sinema Asia dan internasional,’’ lanjutnya.

Setelah menjalani pemutaran perdana di BIFF 2026, Laut Bercerita dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 29 Oktober 2026. (*)

Editor : Chairunnisya
Laut Bercerita BIFF 2026 Busan International Film Festival film indonesia reza rahadian