Dian Sastro Kembali Perankan Cinta, Sudah Menikah dengan Rangga tapi Tetap Bingung

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 00:05 WIB
Salah satu adegan dalam film AADC 2. Kini AADC kembali dalam bentuk film pendek.
Salah satu adegan dalam film AADC 2. Kini AADC kembali dalam bentuk film pendek.

 

PONTIANAK POST — Dian Sastrowardoyo kembali memerankan Cinta, karakter yang melejitkan namanya melalui film Ada Apa dengan Cinta? atau AADC. Kali ini, kehidupan Cinta dan Rangga berlanjut dalam film pendek berjudul Bahasa Cinta yang Beda.

Film berdurasi sekitar 15 menit itu merupakan kolaborasi dunia cerita AADC dengan produk penyedap rasa Royco. Film mulai ditayangkan di kanal YouTube Royco Indonesia, Senin (14/9) pukul 19.00 WIB.

Dian sebelumnya memerankan Cinta dalam Ada Apa dengan Cinta?, Ada Apa dengan Cinta? 2, serta tampil dalam film sempalan Milly & Mamet. Dalam cerita terbaru, Cinta dan Rangga digambarkan telah menjalani pernikahan selama 10 tahun.

Cinta dan Rangga setelah Menikah

Setelah satu dekade menikah, Cinta menghadapi perubahan dalam hubungannya dengan Rangga. Lelaki yang dahulu mengungkapkan perasaan melalui buku dan puisi itu kembali menjadi sosok yang minim kata-kata.

Cinta kebingungan memahami cara Rangga menunjukkan kasih sayang. Ia kemudian menceritakan persoalan tersebut kepada sahabatnya, Milly, yang kembali diperankan Sissy Priscillia.

Percakapan dengan Milly membuat Cinta memikirkan bahasa kasih yang sesuai dengan kehidupan mereka sekarang. Ia kemudian berusaha menunjukkan perhatian melalui masakan.

Tokoh Rangga hadir sebagai bagian penting dalam cerita, tetapi film pendek tersebut berfokus pada sudut pandang Cinta. Nicholas Saputra dikenal sebagai pemeran Rangga dalam dua film panjang AADC.

Terharu Kembali Menjadi Cinta

Dian mengaku terkejut sekaligus terharu ketika kembali ditawari memerankan Cinta. Antusiasme publik terhadap kelanjutan kehidupan Cinta dan Rangga juga membuatnya tidak sabar membagikan cerita tersebut.

“Aku terharu dan kaget banget pas ditawarin. Ternyata antusiasmenya juga besar, sama kayak dulu,” kata Dian.

“Aku juga enggak sabar membagikan chapter baru Cinta dan Rangga,” lanjutnya.

Bagi Dian, Cinta tidak mungkin berhenti berkembang. Perubahan usia, pengalaman, dan status hubungan membuat karakter tersebut menghadapi persoalan berbeda dari cerita sebelumnya.

Jika dahulu Cinta berhadapan dengan kegelisahan cinta masa remaja, kini ia harus memahami cara menjaga kedekatan dalam pernikahan.

“Dulu di AADC kita lihat mereka pacaran. Cinta dikirimi puisi, berbunga-bunga. Sekarang bagaimana? Enggak bisa begitu lagi, dicarilah bahasa cinta yang beda,” paparnya.

Jaga Karakter Tetap Otentik

Bahasa Cinta yang Beda disutradarai Teddy Soeriaatmadja. Naskahnya ditulis Titien Wattimena, yang sebelumnya terlibat dalam pengembangan cerita dunia AADC.

Dian mengatakan Titien berdiskusi dengan produser AADC, Mira Lesmana dan Riri Riza. Konsultasi tersebut dilakukan untuk menjaga kesinambungan dan keaslian karakter yang telah dikenal penonton selama lebih dari dua dekade.

“Mbak Tinut berhasil menjahit dan mengembangkan karakter dari AADC,” kata Dian menggunakan sapaan akrab Titien.

Keterlibatan para kreator AADC menjadi penting karena Cinta bukan sekadar tokoh dalam iklan. Karakter tersebut memiliki sejarah, kepribadian, dan hubungan yang telah tertanam dalam ingatan penonton.

Meski demikian, Bahasa Cinta yang Beda merupakan film pendek hasil kolaborasi komersial. Film ini bukan film panjang ketiga AADC.

Cinta Tidak Hanya Lewat Kata

Film pendek tersebut mengajak penonton melihat kembali cara menyampaikan kasih sayang. Perhatian tidak selalu hadir melalui puisi, hadiah, atau perayaan pada hari khusus.

Dalam hubungan yang telah berjalan lama, kasih dapat muncul melalui tindakan sederhana. Memasak menjadi salah satu bentuk perhatian yang digunakan Cinta untuk membangun kembali komunikasi dengan Rangga.

“Kita semua perlu melihat lagi apa bahasa cinta masing-masing, yang personal dan nyambung sama orang-orang yang kita sayangi,” ujar Dian.

Menurut dia, pesan tersebut tidak terbatas pada hubungan romantis. Bahasa kasih juga dapat ditujukan kepada anak, orang tua, sahabat, dan orang-orang terdekat.

“Enggak mesti ke pasangan. Bisa juga ke anak, orang tua, teman, siapa pun,” katanya.

Kembalinya Dian sebagai Cinta menawarkan nostalgia bagi penonton AADC. Namun, cerita ini tidak hanya menghidupkan kenangan tentang puisi dan cinta masa sekolah, melainkan membawa karakternya menghadapi persoalan yang lebih dewasa: bagaimana kasih tetap terasa ketika cara mengungkapkannya berubah. 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
Dian Sastrowardoyo Bahasa Cinta yang Beda film pendek AADC Cinta dan Rangga Royco Indonesia