PONTIANAK POST - Film pendek aLPa karya sutradara Dhiwangkara Seta menjadi salah satu dari empat film Indonesia yang terpilih dalam ajang Busan International Film Festival (BIFF) 2026.
BIFF 2026 berlangsung pada 6–15 Oktober mendatang. aLPa masuk dalam program Wide Angle – Asian Short Film Competition, kategori yang diperuntukkan bagi film pendek.
Film berdurasi sekitar 19 menit tersebut dibintangi Elang El Gibran dan Whani Darmawan sebagai karakter utama.
Baca Juga: Empat Film Indonesia Tembus BIFF 2026, Laut Bercerita Masuk Kompetisi Utama
Kisah Vokalis Punk
Dilansir dari Jawapos, aLPa berkisah tentang Banyu, seorang vokalis punk yang ditangkap dan dipaksa masuk ke pusat rehabilitasi moral.
Di tempat tersebut, Banyu bertemu Deri, hantu dari masa lalunya, sekaligus ulama yang dihormati di kota tersebut. Banyu kemudian melawan sistem yang mengurungnya.
Baca Juga: Joko Anwar dan Hanung Bramantyo Rayakan Enam Film Indonesia di BIFAN
Namun, perjuangan tersebut membawanya pada sebuah kesadaran bahwa satu-satunya jalan untuk bebas justru berada pada orang terakhir yang ingin ditemuinya.
Empat Film Indonesia di BIFF 2026
Selain aLPa, tiga film Indonesia lainnya juga terpilih dalam BIFF 2026. Keempat film tersebut berasal dari sejumlah kategori dan program berbeda.
Laut Bercerita karya Yosep Anggi Noen serta Ibuku karya Eddie Cahyono masuk dalam kategori kompetisi utama.
Baca Juga: Morgan Oey Kaget Dipilih Menjadi Duta Festival Film Indonesia 2026
Sementara itu, Empat Musim Pertiwi karya Kamila Andini mengikuti program A Window on Asian Cinema.
Keikutsertaan empat film tersebut kembali menunjukkan kiprah sinema Indonesia dalam ajang festival film internasional. (*)
Editor : Chairunnisya