PONTIANAK POST - Memiliki kendali penuh atas hidup dan karier menjadi pengalaman baru bagi Lisa BLACKPINK setelah bertahun-tahun menjalani kehidupan sebagai trainee dan anggota grup di bawah YG Entertainment.
Lisa mengatakan menjalani karier solo memberinya kesempatan untuk menentukan sendiri arah yang ingin ditempuh. Namun, kebebasan tersebut juga datang bersama tekanan karena ia harus mengambil keputusan sendiri.
“Itu menyenangkan sekaligus memberi banyak tekanan untuk melakukan semuanya sendiri. Saya memiliki perusahaan sendiri, Lloud, dan sebelumnya saya tidak pernah punya pengalaman melakukan hal seperti itu. Semuanya adalah proses belajar,” katanya kepada Variety, Rabu (15/9).
Ia mengaku masa tersebut menjadi proses belajar karena sebelumnya tidak memiliki pengalaman mengelola perusahaan sendiri.
Baca Juga: Lisa BLACKPINK Umumkan Mini Album Press Play, Rilis Oktober 2026
Ungkap Keinginan Berkeluarga
Lisa juga mulai memikirkan kehidupan di luar pekerjaan. Dalam dokumenter Always Lalisa, ia membuka keinginannya untuk suatu hari memiliki keluarga.
“...saya menyukai anak-anak. Kita adalah manusia dan terkadang hidup tidak bisa hanya tentang pekerjaan. Anda membutuhkan keluarga, tempat untuk merasa nyaman, dan orang-orang di sekitar Anda; jadi, pekerjaan tetaplah pekerjaan, tetapi saya ingin suatu hari nanti memiliki keluarga. Saya hanya ingin para penggemar memahami bahwa saya juga seorang manusia.”
Untuk saat ini, Lisa mengatakan dirinya masih berusaha menemukan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
“Saya sedang berusaha menemukan keseimbangan! Untuk saat ini, saya hanya fokus pada album saya.”
Baca Juga: Lisa BLACKPINK Viral Pakai Gelas Murah Rp20 Ribuan, Padahal Tarif IG Capai Ratusan Ribu Dolar
Memilih Tantangan dalam Karier Solo
Lisa juga bercerita mengenai keputusan mengambil waktu istirahat setelah menjalani aktivitas bersama BLACKPINK.
Menurutnya, anggota BLACKPINK bekerja tanpa henti dan terus menjalani tur. Karena itu, mereka merasa membutuhkan waktu untuk beristirahat.
Lisa memilih menggunakan waktu tersebut untuk mencoba sesuatu yang baru.
“Waktu istirahat itu bisa saja berarti tidak melakukan apa-apa dan bepergian keliling dunia, dan itu juga bisa menjadi pilihan saya."
"Namun, saya memilih untuk beristirahat selama beberapa bulan, kemudian berpikir, ‘Saya ingin lebih! Saya ingin menantang diri saya sendiri.’ Saya selalu suka menantang diri sendiri dan ingin mengetahui apa yang bisa saya lakukan sendiri. Itulah mengapa tahun yang luar biasa ini terjadi.”*
Editor : Uray RonaldSumber : variety