PONTIANAK POST - Resident Evil kembali ke layar lebar lewat reboot yang berani meninggalkan formula lama. Di tangan Zach Cregger, kisah wabah zombie ini bergerak melalui perjalanan seorang kurir medis biasa yang harus menghadapi malam penuh kekacauan.
Film produksi Sony Pictures ini dibintangi Austin Abrams sebagai Bryan. Dengan durasi sekitar 90 menit, film tersebut memadukan horor, aksi bertahan hidup, dan komedi gelap (dark comedy) dalam cerita baru yang berlatar dunia Resident Evil.
Bagi Cregger, yang sebelumnya dikenal lewat Barbarian dan Weapons, proyek ini menjadi kesempatan untuk mengolah waralaba populer dengan pendekatan berbeda.
Sinopsis Resident Evil: Misi Pengiriman yang Berubah Jadi Mimpi Buruk
Bryan bukan seorang prajurit atau pahlawan super. Ia hanyalah kurir medis yang membawa organ manusia untuk menyelamatkan nyawa pasien di rumah sakit.
Dalam sebuah tugas mendesak menuju Raccoon City, Bryan menerima tawaran bayaran dua kali lipat.
Baca Juga: Film Reboot Resident Evil Raup 8,8 Juta Dolar AS dari Pemutaran Awal
Namun, perjalanan pada malam bersalju di Colorado itu segera berubah menjadi mimpi buruk ketika ia menabrak seorang perempuan yang ternyata telah terinfeksi virus misterius.
Bryan berusaha menolong perempuan tersebut sekaligus menyelesaikan pengirimannya. Namun, situasi terus memburuk ketika wabah menyebar dan manusia berubah menjadi makhluk bermutasi.
Sepanjang perjalanan, Bryan menghadapi berbagai ancaman yang memaksanya terus bergerak. Ia kemudian bertemu Maxine (Kali Reis) dan Paul (Paul Walter Hauser), dua sosok yang terkait dengan Umbrella Corporation dan mengetahui lebih banyak tentang wabah serta muatan yang dibawanya.
Austin Abrams Jadi Daya Tarik Utama
Salah satu kekuatan film ini terletak pada penampilan Austin Abrams sebagai Bryan. Karakternya jauh dari gambaran protagonis horor yang selalu tenang dan mampu mengendalikan keadaan.
Bryan justru tampil panik, kebingungan, dan kerap menggerutu saat menghadapi ancaman. Reaksi tersebut membuatnya terasa seperti orang biasa yang mendadak terjebak dalam situasi di luar kemampuannya.
Dalam ulasan Deadline, penampilan Abrams dipandang sebagai salah satu pencapaian penting film ini. Ia mampu membuat penonton bersimpati kepada Bryan, meski sang tokoh terus dihadapkan pada situasi yang semakin sulit.
Alih-alih hanya mengandalkan ketegangan, film ini memanfaatkan kepanikan Bryan sebagai sumber humor. Perpaduan tersebut memberi ruang bagi penonton untuk tertawa di tengah suasana horor.
Baca Juga: Brad Pitt Resmi Kembali di Sekuel World War Z, Edward Berger Duduki Kursi Sutradara
Zach Cregger Tinggalkan Formula Lama Resident Evil
Keputusan Zach Cregger untuk tidak mengandalkan karakter-karakter familiar menjadi perubahan penting dalam reboot ini. Bersama Shay Hatten, ia membangun cerita baru dengan tetap mempertahankan elemen inti waralaba, termasuk virus mematikan, Raccoon City, dan Umbrella Corporation.
Pendekatan tersebut membuat film ini tidak sekadar mengulang kisah sebelumnya. Cerita lebih berfokus pada pengalaman Bryan yang terus berpindah dari satu situasi berbahaya ke situasi berikutnya.
Dalam ulasan filmnya, The Guardian juga menyoroti bagaimana Cregger menghadirkan pengalaman yang menyerupai permainan Resident Evil, dengan Bryan sebagai sosok biasa yang harus belajar bertahan di tengah kekacauan.
Horor, Aksi, dan Komedi Gelap dalam 90 Menit
Film ini mempertahankan tempo cerita yang cepat. Bryan hampir tidak memiliki waktu untuk beristirahat, sementara ancaman baru terus muncul sepanjang perjalanan menuju Raccoon City.
Namun, Resident Evil tidak hanya mengandalkan ketegangan. Humor gelap menjadi bagian penting dari pengalaman menonton, terutama melalui reaksi Bryan yang sering kali tidak siap menghadapi situasi di sekitarnya.
Ulasan Deadline menilai perpaduan tersebut berhasil membuat film ini menghibur sekaligus menegangkan. Efek visual, tata rias, dan sinematografi Dariusz Wolski juga mendapat sorotan atas kontribusinya dalam membangun suasana film.
Baca Juga: BTS, BLACKPINK, CORTIS, dan KATSEYE Masuk Nominasi Best Group MTV VMAs 2026
Apakah Resident Evil 2026 Layak Ditonton?
Bagi penonton yang mencari film horor dengan cerita baru, protagonis yang tidak konvensional, dan perpaduan ketegangan serta humor, Resident Evil garapan Zach Cregger menawarkan pendekatan yang berbeda dari adaptasi sebelumnya.
Kekuatan utamanya terletak pada Austin Abrams sebagai Bryan, serta keberanian Cregger membangun ulang formula waralaba tanpa sepenuhnya meninggalkan identitas Resident Evil.
Meski demikian, penonton yang mengharapkan kembalinya karakter-karakter ikonik dari film terdahulu perlu mengetahui bahwa reboot ini memilih jalur cerita baru.
Secara keseluruhan, film ini menjadi eksplorasi baru terhadap dunia Resident Evil, dengan horor bertempo cepat dan komedi gelap sebagai bagian dari identitasnya.
Detail Film Resident Evil (2026)
Tayang di bioskop mulai 18 September 2026.
Durasi: 90 menit
Rating: R
Sutradara: Zach Cregger
Penulis naskah: Zach Cregger, Shay Hatten
Distributor: Sony Pictures
Pemeran: Austin Abrams, Zach Cherry, Paul Walter Hauser, Kali Reis, Will Merrick
Produser: Robert Kulzer, Zach Cregger, Roy Lee, Miri Yoon, Victor Hadida, Asad Qizilbash, Carter Swan.*
Editor : Uray RonaldSumber : Deadline