PONTIANAK POST – Ed Sheeran akhirnya buka suara secara langsung mengenai kontroversi pencoretan Macklemore dari rangkaian tur Loop Tour. Dalam konser di Lincoln Financial Field, Philadelphia, Sabtu malam waktu setempat, Sheeran mengaku telah melakukan kesalahan dan meminta maaf kepada penggemarnya.
"Ini adalah minggu ketika kritik tersebut berkaitan dengan sesuatu yang jauh lebih penting. Saya harus mengambil dan membuat keputusan sulit, dan saya melakukan kesalahan, dan saya benar-benar minta maaf," kata Sheeran dari atas panggung.
Konser Philadelphia menjadi penampilan pertama Sheeran sejak Macklemore dikeluarkan dari sisa tur Amerika Serikat setelah menyampaikan pernyataan dukungan kepada Palestina saat tampil sebagai penampil pembuka di MetLife Stadium, New Jersey, pada 4 dan 5 September 2026.
Baca Juga: Ed Sheeran Keluar dari Warner Music, Akhiri Kerja Sama Setelah 15 Tahun
Ed Sheeran Bicara Soal Kebebasan Berpendapat
Sheeran mengatakan dirinya tidak pernah berniat menjadi musisi aktivis. Namun, kontroversi tersebut membuatnya berada di tengah perdebatan mengenai kebebasan berbicara dan konflik Israel-Palestina.
"Saya tidak ingin mengecewakan penggemar, dan saya tidak pernah ingin menjadi musisi aktivis. Namun, hal ini menempatkan saya di tengah perdebatan penting dan penuh gairah mengenai kebebasan berbicara dan persoalan politik paling kompleks di dunia," ujarnya.
Sheeran juga menegaskan bahwa konsernya selama ini ingin menjadi ruang yang aman bagi semua orang. Ia mengatakan komitmennya kepada penggemar menjadi alasan dirinya tetap melanjutkan tur meski sejumlah musisi pendukung telah mundur.
Sebelumnya, Sheeran mengatakan pencoretan Macklemore bukan keputusan pribadinya. Menurut pernyataan sebelumnya, keputusan tersebut dibuat setelah pihak penyelenggara mendapat informasi dari sejumlah venue yang menyatakan tidak akan menggelar konser jika Macklemore masih berada dalam daftar penampil.
Baca Juga: Ed Sheeran Tampil Botak Usai Sembuh dari Penyakit Shingles, Sebut sebagai ‘Fresh Start’
Sheeran Khawatir Tampil di Tengah Kontroversi
Kontroversi tersebut juga memengaruhi format konser Sheeran di Philadelphia. Ia membatalkan penggunaan B stage, panggung kecil yang biasanya digunakan untuk tampil lebih dekat dengan penonton.
Sheeran mengatakan keputusan itu diambil karena dirinya khawatir dengan reaksi penonton setelah kontroversi yang terjadi.
"Saya akan benar-benar jujur kepada kalian. Saya tidak tahu seperti apa penonton malam ini. Saya tidak tahu apakah akan ada sesuatu yang dilemparkan kepada saya. Saya tidak tahu apakah orang-orang akan marah kepada saya," katanya.
Ia kemudian memperkenalkan sejumlah musisi yang menggantikan grup folk Irlandia Beoga, yang sebelumnya mengundurkan diri dari sisa jadwal tur Amerika Serikat.
Sheeran berterima kasih kepada para musisi tersebut karena bersedia tampil bersamanya meski mengetahui kontroversi yang sedang berlangsung.
Sheeran Lebih Terbuka soal Konflik Israel-Palestina
Dalam konser tersebut, Sheeran juga menyampaikan pandangannya mengenai dampak kemanusiaan dari konflik Israel-Palestina.
"Saya selama ini berusaha untuk tidak menjadi komentator politik dalam bentuk apa pun karena saya ingin musik dan pertunjukan saya berbicara tentang persatuan, bukan perpecahan," katanya.
Namun, ia kemudian mengatakan isu tersebut merupakan persoalan kemanusiaan yang membuatnya tidak dapat lagi menyembunyikan perasaannya.
Sheeran menyebut serangan di Israel dan Nova Music Festival pada 7 Oktober sebagai peristiwa yang mengerikan serta mengatakan penderitaan warga sipil di Gaza dan situasi di Tepi Barat tidak dapat diabaikan.
"Apa yang terjadi di Gaza adalah bencana dan tidak dapat dibenarkan," ujar Sheeran.
Ia juga mengatakan sedang berbicara dengan berbagai pihak untuk mencari cara memberikan kontribusi yang dapat membantu para korban konflik, sembari mengaku masih perlu banyak belajar mengenai persoalan tersebut.
Macklemore Dikeluarkan setelah Seruan "Free Palestine"
Kontroversi bermula ketika Macklemore menyampaikan pernyataan dukungan terhadap Palestina dalam penampilannya di MetLife Stadium pada awal September.
Macklemore menyerukan "Free Palestine" dan membawakan lagu "Hind's Hall", karya protes yang dirilisnya pada 2024. Pernyataan tersebut kemudian memicu kritik dan petisi dari sejumlah organisasi pro-Israel yang meminta dirinya dikeluarkan dari tur.
Messina Touring Group selaku promotor tur kemudian mengumumkan bahwa Macklemore tidak akan tampil dalam jadwal tersisa. Promotor mengatakan keputusan itu diambil setelah sejumlah venue menyatakan tidak akan menggelar konser dengan Macklemore sebagai bagian dari daftar penampil.
Macklemore kemudian menyatakan bahwa ia dan Sheeran telah melakukan sejumlah pembicaraan sulit setelah penampilannya di New Jersey. Ia juga mengatakan tidak menyesali pernyataannya mengenai Palestina.
Macklemore selanjutnya mengumumkan akan menyumbangkan sekitar 1 juta dolar AS dari pendapatannya selama tur kepada sejumlah organisasi yang membantu masyarakat Palestina.
Sejumlah Musisi Ikut Mundur dari Tur
Dampak kontroversi tidak berhenti pada Macklemore. Aaron Rowe, Lukas Graham, Finneas, dan Beoga juga mengumumkan pengunduran diri dari jadwal tur Sheeran dengan alasan yang berkaitan dengan pencoretan Macklemore.
Meski demikian, konser Sheeran di Philadelphia tetap berlangsung sesuai jadwal pada Sabtu malam dan menandai dimulainya kembali rangkaian konser stadionnya di Amerika Serikat.*
Editor : Uray RonaldSumber : variety