PONTIANAK POST - Memasuki tahun ke-20 sebagai aktor, Lee Min Ho masih mencari tantangan baru. Ia kini tampil sebagai reporter muda dalam film Assassin(s), karakter yang membawanya ke dunia misteri sejarah dan investigasi.
Dalam wawancara dengan The Fact sebelum pemutaran perdana film Assassin (s) 23 September 2026, Lee Min Ho mengatakan dirinya ingin memilih karya yang mengutamakan cerita.
Ia juga mengaku tidak ingin terus memberikan emosi atau kesan yang sama kepada penonton.
Baca Juga: Film Assassin(s) Lee Min Ho Pimpin Box Office Korea Empat Hari, Tembus 1,3 Juta Penonton
Lee Min Ho Tertarik pada Cerita yang Berbeda
Assassin(s) merupakan film misteri investigasi yang mengambil latar peristiwa penembakan terhadap First Lady Korea Selatan pada 15 Agustus 1974.
Film arahan Hur Jin Ho tersebut menggunakan peristiwa sejarah sebagai dasar cerita, kemudian mengembangkan celah dalam catatan resmi melalui imajinasi sinematik.
Lee Min Ho berperan sebagai Young Il, reporter baru Dongseong Ilbo yang menyaksikan kejadian tersebut dan berusaha menelusuri kebenarannya.
Lee Min Ho mengatakan dirinya tertarik karena film tersebut memperlihatkan sudut pandang karakter yang berusaha mengejar jawaban atas sebuah peristiwa yang belum sepenuhnya terjelaskan.
Menurutnya, karakter Young Il juga memiliki ruang untuk memberikan energi berbeda dibandingkan karakter lain dalam cerita.
Young Il Jadi Tantangan Baru
Young Il digambarkan sebagai reporter pemula yang berasal dari keluarga chaebol.
Meski memiliki kehidupan yang relatif aman, ia memilih menempuh jalannya sendiri dan kemudian mendapat pengalaman sosial melalui hubungannya dengan reporter senior Jae Hwan, yang diperankan Park Hae Il.
Lee Min Ho mengatakan Hur Jin Ho dan dirinya menggambarkan Young Il seperti “ikan hidup” karena karakter tersebut membutuhkan banyak gerakan dan energi.
“Saya lebih fokus pada reaksi daripada aksi. Daripada memikirkan bagaimana saya harus berakting, saya lebih mengutamakan bagaimana saya bisa merasakan karakter itu dengan baik.”
Pendekatan tersebut membuat Lee Min Ho berusaha tidak sekadar menunjukkan bagaimana Young Il bekerja sebagai reporter, tetapi ikut merasakan setiap situasi yang dialami karakter tersebut.
Baca Juga: Lee Min Ho Bawa Assassins ke TIFF 2026, Pemutaran Dilaporkan Sold Out
Belajar dari Park Hae Il dan Yoo Hae Jin
Selain membangun karakter Young Il, Lee Min Ho juga berusaha menyesuaikan diri dengan dua aktor senior, Park Hae Il dan Yoo Hae Jin.
Ia bahkan datang ke lokasi syuting pada hari ketika tidak memiliki jadwal untuk berinteraksi dengan para seniornya.
Lee Min Ho mengatakan Park Hae Il memiliki perpaduan antara sosok dewasa yang membawa banyak beban dan sisi muda yang masih terlihat dalam dirinya. Ia juga menyayangkan tidak memiliki banyak adegan bersama Yoo Hae Jin.
Pengalaman tersebut membuat Lee Min Ho melihat pentingnya terus memperkaya pengalaman hidup untuk mendukung perkembangan seorang aktor.
“Saya menjadi yakin bahwa untuk bisa memberikan akting yang baik, saya harus menjadi orang yang baik dan mampu menerima lebih banyak cerita.”
Setelah 20 Tahun, Lee Min Ho Tidak Ingin Berhenti Bereksperimen
Lee Min Ho memulai debut pada 2006 dan mencapai popularitas besar setelah memerankan Koo Jun Pyo dalam Boys Over Flowers pada 2009.
Setelah itu, ia tampil dalam sejumlah drama populer seperti The Heirs, The Legend of the Blue Sea dan The King: Eternal Monarch. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, ia juga mulai mengambil karakter yang berbeda dari citra awalnya.
Ia memerankan Ko Han Su dalam Pachinko, kemudian tampil dalam Omniscient Reader's Viewpoint dan kini Assassin(s). Menurut Lee Min Ho, perubahan tersebut berkaitan dengan semakin berkembangnya perspektifnya terhadap kehidupan dan masyarakat.
“Sekarang saya merasa sudah memiliki emosi dan sudut pandang sendiri dalam melihat masyarakat, sehingga saya cenderung memilih karya yang mengutamakan cerita.”
Baca Juga: Lee Min Ho Jadi Reporter Muda Pemburu Kebenaran dalam Film Assassin(s)
Lee Min Ho: Ingin Selalu Terasa Baru
Bagi Lee Min Ho, salah satu dorongan terbesar dalam memilih peran adalah keinginan untuk tetap menghadirkan sesuatu yang baru.
Ia mengatakan dirinya akan puas jika mendapat penilaian bahwa penampilannya dalam Assassin(s) terasa berbeda dari yang pernah ia tunjukkan sebelumnya.
“Saya terus berakting, tetapi saya tidak ingin menjadi aktor yang memberikan emosi atau perasaan yang sama. Saya selalu berharap ada sesuatu yang berubah.”
Pernyataan tersebut menjadi gambaran pendekatan Lee Min Ho setelah dua dekade berada di industri hiburan. Ia tidak hanya mengejar besarnya proyek, tetapi juga mencari karakter yang belum pernah ia mainkan.
Baca Juga: Lee Min Ho Tampil Beda di Film Thriller The Assassin(s), Bukan Peran Romantis
Assassin(s) Membawa Tema Hak untuk Tahu
Lee Min Ho juga melihat Assassin(s) bukan sekadar film misteri tentang sebuah peristiwa sejarah.
Menurutnya, film tersebut berbicara mengenai hak untuk mengetahui dan memberi ruang bagi penonton untuk memiliki interpretasi masing-masing terhadap sebuah peristiwa.
“Kami adalah film yang berbicara tentang hak untuk tahu.”
Ia mengatakan film tersebut dapat membuat penonton melihat sebuah peristiwa sejarah melalui interpretasi dan emosi mereka sendiri.
Bagi Lee Min Ho, hal itulah yang membuat Assassin(s) menjadi karya yang istimewa.
Lee Min Ho dan Wajah Baru Setelah 20 Tahun
Dua dekade setelah debut, Lee Min Ho masih berusaha keluar dari pola karakter yang sudah dikenal penonton.
Melalui Young Il, ia memilih menjadi reporter muda yang penuh energi dan rasa ingin tahu. Karakter tersebut memperlihatkan sisi lain Lee Min Ho sekaligus melanjutkan upayanya untuk mencari pengalaman baru sebagai aktor.
Bagi Lee Min Ho, perubahan itu tampaknya bukan sekadar strategi memilih peran. Ia ingin setiap karya meninggalkan emosi yang berbeda dan menunjukkan perkembangan dirinya sebagai aktor.*
Editor : Uray Ronald
Sumber : The Fact