Film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah Bawa Teror Lebih Luas, Bukan Lagi Sekadar Konflik Satu Keluarga

Uray Ronald • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 23:11 WIB
Suasana konferensi pers seusai pemutaran perdana terbatas film "Kuasa Gelap: Perjanjian Darah" bersama produser eksekutif Andi Boediman (pertama kiri), produser dan penulis naskah Robert Ronny (kedua kiri) beserta sejumlah pemeran di antaranya Faiz Vishal (ketiga kiri), Kiki Narendra (keempat kiri) dan Feby Febiola (kedua kanan )di Gandaria, Jakarta Selatan, Senin (28/9/2026). ANTARA/Abdu Faisal
Suasana konferensi pers seusai pemutaran perdana terbatas film "Kuasa Gelap: Perjanjian Darah" bersama produser eksekutif Andi Boediman (pertama kiri), produser dan penulis naskah Robert Ronny (kedua kiri) beserta sejumlah pemeran di antaranya Faiz Vishal (ketiga kiri), Kiki Narendra (keempat kiri) dan Feby Febiola (kedua kanan )di Gandaria, Jakarta Selatan, Senin (28/9/2026). ANTARA/Abdu Faisal

 

PONTIANAK POST - Film horor religi Kuasa Gelap: Perjanjian Darah membawa konflik yang lebih besar dibandingkan film pertamanya. Jika sebelumnya persoalan lebih berpusat pada satu keluarga, sekuel garapan Rizal Mantovani ini memperluas dampak ancaman hingga ke wilayah yang lebih luas.

Rizal Mantovani mengatakan perubahan skala tersebut menjadi salah satu pembeda utama sekuel yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 8 Oktober 2026.

“Di sekuelnya, skala ceritanya jauh lebih besar. Film ini tidak hanya berpusat pada satu keluarga, namun juga berdampak pada seluruh wilayah. Taruhannya bukan satu nyawa, tapi banyak,” ujar Rizal Mantovani.

Baca Juga: Film Assassin(s) Lee Min Ho Pimpin Box Office Korea Empat Hari, Tembus 1,3 Juta Penonton 

Konflik Tidak Lagi Berhenti di Satu Keluarga

Kuasa Gelap: Perjanjian Darah kembali menghadirkan Romo Rendra yang diperankan Lukman Sardi dan Romo Thomas yang dimainkan Jerome Kurnia.

Keduanya menghadapi kasus supernatural yang lebih kompleks setelah sebuah keluarga di Jawa Timur mengalami rangkaian kejadian yang berkaitan dengan rahasia masa lalu. 

LSF mencatat bahwa rahasia masa lalu dalam cerita membawa konsekuensi bagi generasi berikutnya. Konflik kemudian berkembang ketika kekuatan gelap semakin sulit dikendalikan. 

Perubahan tersebut membuat taruhan dalam cerita tidak lagi terbatas pada keselamatan satu keluarga.

Dampaknya digambarkan dapat menjangkau masyarakat dalam wilayah yang lebih luas, sehingga tugas Romo Rendra dan Romo Thomas menjadi semakin berat.

Baca Juga: Dulu Wajib Ditonton, Film G30S/PKI Kini Tak Lagi Tayang di TVRI, Ini Alasannya

Pilihan Satu Generasi Berdampak ke Generasi Berikutnya

Selain memperbesar skala konflik, film ini membawa gagasan mengenai konsekuensi dari pilihan manusia.

Produser eksekutif Andi Boediman mengatakan cerita film tersebut menyoroti bagaimana keputusan yang dibuat satu generasi dapat memberikan dampak kepada generasi berikutnya. 

“Tidak banyak film yang berani mengatakan bahwa kegelapan itu nyata dan bahwa ada jalan untuk menghadapinya. Kami membuat film tentang pilihan yang dibuat satu generasi ternyata harus dibayar oleh generasi berikutnya,” kata Andi Boediman. 

Dengan demikian, perjanjian darah dalam film tidak hanya menjadi sumber konflik supernatural. Cerita juga menempatkan pilihan manusia dan konsekuensinya sebagai bagian penting dari perjalanan karakter.

Skala Produksi Ikut Diperbesar

Perluasan cerita juga diikuti peningkatan skala produksi.

LSF menyebut sekuel ini mengeksplorasi kawasan pesisir sebagai salah satu lokasi utama. Film tersebut juga menggunakan format IMAX untuk memberikan pengalaman sinematik yang lebih imersif. 

Film berdurasi 117 menit ini diproduksi Paragon Pictures, Ideosource Entertainment, dan Virtuelines Entertainment. LSF memberikan klasifikasi R13 untuk penonton usia 13 tahun ke atas. 

Film ini merupakan sekuel dari Kuasa Gelap yang dirilis pada 2024. Selain Lukman Sardi dan Jerome Kurnia, jajaran pemerannya mencakup Ferry Salim, Lydia Kandou, Febby Febiola, dan Venly Arauna. 

Baca Juga: Link Nonton Film G30S/PKI dan Sosok di Balik Layar, dari Sutradara hingga Penata Musik

Tayang dalam Format IMAX

Kuasa Gelap: Perjanjian Darah dijadwalkan tayang mulai 8 Oktober 2026, termasuk dalam format IMAX.

Penggunaan format tersebut menjadi bagian dari upaya produksi menghadirkan skala visual yang lebih besar seiring dengan perluasan dunia cerita film. ANTARA melaporkan film ini akan menampilkan gambar dengan ukuran dan resolusi lebih tinggi melalui format IMAX. 

Dengan konflik yang tidak lagi berhenti pada satu keluarga, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah membawa kisah eksorsisme ke taruhan yang lebih luas.

Rahasia masa lalu, pilihan manusia, dan konsekuensinya menjadi bagian dari konflik yang harus dihadapi Romo Rendra dan Romo Thomas.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
Kuasa Gelap 2 film Kuasa Gelap Perjanjian Darah film horor Indonesia 2026 Kuasa Gelap IMAX rizal mantovani