PONTIANAK POST - Aktris Denisha mengungkap tantangan membintangi film horor "Putri Jangan Gentayangan Lagi", terutama dalam membangun ketegangan sejak proses syuting.
Film garapan sutradara Rizal Mantovani tersebut menjadi pengalaman pertama Denisha bermain dalam film bergenre horor setelah lebih banyak terlibat dalam proyek drama.
Denisha mengatakan dirinya sempat mengira unsur ketakutan dalam film horor dapat banyak dibentuk melalui scoring dan proses pascaproduksi.
Namun, Rizal Mantovani justru mengajarinya bahwa ketegangan harus mulai dibangun sejak adegan direkam.
"Awalnya tuh aku kira kalau horor oke nanti mungkin urusan scoring-nya segala macam, tapi kayak Mas Rizal beneran ngajarin kalau tensi ketakutannya tuh emang harus di-building dari pengambilan syutingnya," tutur Denisha saat mengunjungi ANTARA Heritage Center (AHC) di Jakarta Pusat, Kamis (1/10).
"Kayak kita melangkahkan kakinya aja udah harus building tension dan ternyata menurut aku itu cukup tantangan yang baru sih."
Baca Juga: Film Horor Putri Jangan Gentayangan Lagi Angkat Isu Tabu yang Jarang Dibicarakan Orang Tua dan Anak
Denisha Belajar Membangun Ketegangan
Menurut Denisha, proses syuting film horor terasa lebih menguras stamina dan energi dibandingkan proyek yang pernah dijalaninya sebelumnya.
Selain tuntutan akting, pemain harus memperhatikan berbagai persiapan teknis untuk membangun suasana dalam setiap adegan.
Denisha memerankan Alana, karakter yang digambarkan keras dan bertanggung jawab, tetapi cukup penakut.
Ia merasa memiliki kedekatan dengan karakter tersebut karena perbedaan usia yang tidak terlalu jauh dan sama-sama menjadi anak tengah.
"Kalau karakterku di sini sebenarnya mungkin bukan yang beda jauh banget menurutku, karena si Alana ini juga jarak umurnya dengan aku asli juga enggak terlalu jauh. Terus banyak relate-nya, kayak aku dan Alana sama-sama anak tengah," kata Denisha.
Pengalaman tersebut membuat proses membangun rasa takut menjadi tantangan baru bagi Denisha dalam berakting.
Baca Juga: Film Lobang Buaya Tayang Hari Ini, Netizen Ramai Pertanyakan Kenapa Sejarah Dibuat Jadi Horor
Fadi Hadapi Logat Ngapak dan Adegan Pertarungan
Selain Denisha, aktor Fadi Alaydrus juga menghadapi tantangan teknis saat memerankan Wira.
Ia harus menggunakan logat Betawi Ngapak secara konsisten selama proses syuting.
"Kalau tantangan aku di sini lebih di scene fight battle, terus juga juga sama bahasa ngapak yang harus aku bikin konsisten selama syuting," kata Fadi.
Fadi juga harus menjaga stamina ketika menjalani adegan pertarungan pada bagian akhir film.
"Terus juga gimana caranya buat ngejaga stamina sepanjang take di saat scene akhir, karena scene akhir itu lumayan panjang juga dan baru kali ini aku syuting yang dibikin emang proper banget gitu kalau misalkan ada shot per shot-nya juga itu. Terus juga keep up sama pace-nya kameramen, pace-nya lawan main, itu juga menjadi tantangan buat aku di project ini," imbuh dia.
Baca Juga: Rachel Amanda Ungkap Tantangan Syuting Film Horor Psikologi-Thriller Hasut
Bintang Agara Jalani Banyak Adegan Praktikal
Sementara itu, Bintang Agara yang memerankan Taufik mengatakan tantangan lain muncul dari adegan yang banyak menggunakan efek praktikal.
Menurut Bintang, sejumlah adegan menuntut para pemain melakukan aksi secara langsung, bukan mengandalkan CGI.
"Jadi kita semua harus real akting berbenturan. Pokoknya action-action-nya tuh real lah, banyak praktikal, less CGl. Itu tantangan tersendiri karena ini first time aku juga yang banyak teknikal," kata Bintang.
Film "Putri Jangan Gentayangan Lagi" diadaptasi dari cerita viral dalam sebuah podcast di YouTube.
Film tersebut mengisahkan Putri (Kawai Labiba) yang kembali ke rumah setelah memiliki bayi dalam kondisi sakit parah.
Putri kemudian meninggal, sebelum akhirnya menjadi arwah gentayangan yang menghantui dan meresahkan warga kampung tempat tinggalnya.
Film produksi MVP Pictures itu turut dibintangi Kinaryosih, Kawai Labiba, Matacha Parengkuan, dan Fatimah Habsy.
"Putri Jangan Gentayangan Lagi" dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 5 November 2026.*
Editor : Uray RonaldSumber : Antara