Beberapa daerah di Indonesia cukup banyak yang menghidupkan kesenian hadrah yang berisi lantunan-lantunan selawat. Dilengkapi dengan alat-alat tabuh, kesenian ini dimainkan oleh banyak orang yang membentuk satu kelompok. Ini menjadi salah satu alasan lomba hadrah masuk dalam Muharram Fair yang digelar Remaja Mujahidin. Kesenian hadrah menjadi warna baru tahun ini.
"Iya, tahun ini kami adakan lomba hadrah. Ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya," ujar Hery Januardi, ketua Umum Remaja Mujahidin.
Remaja Mujahidin melaksanakan perlombaan yang diikuti oleh anak-anak, remaja, dan dewasa, yang berdomisili di Kota Pontianak dan sekitarnya tersebut, dengan mengusung tema Mengenali potensi dengan prestasi.
Tujuan kegiatan ini, kata Hery, untuk memeriahkan Tahun Baru Hijriah dan menumbuhkan semangat tahun baru Hijriah dengan menggali potensi diri melalui ajang perlombaan. "Kegiatan ini rutin di laksanakan remaja Mujahidin, dan terus berbenah agar kegiatan lebih baik ke depannya," janjinya.
Ada lima jenis perlombaan yang diadakan mereka, di antaranya lomba tahfiz, lomba bercerita, lomba kaligrafi, lomba hadrah, serta lomba LCC. Lokasi kegiatan berada di lantai dasar menara Masjid Raya Mujahidin Pontianak.
"Nah, perlombaan ini di ikuti dari berbagai kalangan, pada lomba bercerita dan tahfidz di ikuti oleh siswa/siswi SD/MI sederajat dari umur 9 – 12 tahun," ujar Hery.
Untuk lomba cerdas cermat pesertanya dari siswa-siswi SMP/Mts sederajat. Untuk Lomba Hadrah terbuka untuk umum. Rata-rata pesertanya dari kalangan remaja hingga dewasa. Lomba kaligrafi peserta dari umur 17 – 22 tahun.
"Alhamdulillah untuk Muharram Fair tahun ini di ikuti sekitar 300 peserta yang di mana lomba bercerita (sebanyak) 22 orang, tahfiz 40 orang, LCC 15 tim, kaligrafi 15 orang, dan hadrah 15 tim," pungkasnya. (mrd) Editor : Misbahul Munir S