Remaja 19 tahun itu melewati harinya dengan mencipta lagu. Sedangkan, teman-temannya bakal mampir ke rumah untuk bermain. Orang-orang terdekatnya merupakan sumber kekuatan yang membuatnya bertahan setelah dia menjadi korban perundungan di masa sekolah. Sumber kekuatan yang kini hilang karena kebijakan karantina di Alabama, AS. ’’Saya sekarang terisolasi. Siapa pun pasti tak suka dengan keadaan ini,’’ ungkapnya kepada Vox.
Hollinger hanya salah satu contoh dari jutaan jiwa yang terancam terganggu mental. Semua pakar kesehatan jiwa mengatakan, pandemi dengan skala besar seperti Covid-19 bakal membawa serta penyakit jiwa. Baik dari pasien kambuhan maupun pasien baru.
Banyak alasan mengapa orang-orang di berbagai penjuru dunia merasa tertekan. Mereka resah karena pasokan barang yang makin langka. Kebebasan yang dulu ada pun terenggut karena kebijakan karantina. Banyak pekerja tertekan karena harus memenuhi tugas kantor sambil menjaga anak. Beberapa orang mendapat tekanan lebih karena dirumahkan tanpa kejelasan.
’’Semua aspek kehidupan pasti terdampak. Tak ada yang siap saat ketika kehidupan mereka berubah seketika,’’ ujar ArashJavanbakht, spesialis trauma kejiwaan di Wayne State University.
Yang paling rentan terkena penyakit mental justru pekerja medis. Laura Hawryluck, profesor perawatan kritis di University of Toronto, mengatakan beban mental yang ditanggung oleh dokter, perawat dan staf rumah sakit lainnya berlipat ganda.
Mereka merupakan pihak yang menyaksikan langsung dampak Covid-19. Setiap hari mereka harus bersiap kehilangan pasien dan menyampaikan kabar tersebut ke keluarga pasien. Setelah pulang, mereka juga harus mengisolasi diri.
Beberapa bahkan memilih tinggal di hotel bahkan mobil karena takut menularkan virus SARS-CoV-2 kepada keluarga mereka sendiri. ’’Pekerja medis juga manusia. Saya khawatir setelah ini banyak yang memilih untuk mengakhiri karir mereka,’’ ujar Hawryluck.
Laporan dari Tiongkok mengatakan bahwa beberapa pekerja medis di Tiongkok mengalami gejala insomnia dan depresi. Didi Hirsch Mental Health Service, LSM yang menyediakan layanan konsultasi gratis, menerima 1.800 panggilan terkait virus korona pada Maret. Jauh berbeda dengan jumlah 20 panggilan pada Februari.
Javanbakht mengatakan, semua orang bisa mencoba berbagai cara untuk menjaga kesehatan mental mereka. Salah satunya, mempelajari hobi baru seperti berkebun. Menjaga komunikasi dengan kerabat juga penting meski secara virtual. ’’Kita bisa saja terpisah secara fisik tapi terhubung secara sosial,’’ ungkapnya. (bil/dos) Editor : Administrator