Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kumbung Baru untuk Jamur Tiram Ikram

Misbahul Munir S • Minggu, 28 Mei 2023 | 12:35 WIB
Ikram dan kumbung jamurnya. Budidaya jamur tiram memiliki tantangan tersendiri bagi Ikram. (Istimewa)
Ikram dan kumbung jamurnya. Budidaya jamur tiram memiliki tantangan tersendiri bagi Ikram. (Istimewa)

Memiliki usaha yang berkembang jadi harapan setiap pelaku usaha. Modal jadi salah satu penopang. Banyak lembaga keuangan yang bisa dijadikan mitra pembiayaan. Proses yang mudah dan bunga yang ringan jadi pilihan.


Syahriani Siregar, Sambas


Ribuan baglog jamur tiram tersusun rapi dalam kumbung seluas 6×12 meter. Jamur tiram segar ini telah siap dipanen, sebagian akan langsung dilempar ke pasar, sebagian lagi akan diolah menjadi camilan renyah.


Di sudut lain terlihat lahan seluas 8×16 meter sedang dibangun kumbung jamur baru. Kumbung inilah yang akan menjadi rumah baru bagi jamur-jamur tiram Ikram, sang pemilik, nantinya.


Dusun Tambangan Desa Puringan, Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas menjadi lokasi lahan budi daya jamur tiram Ikram.


Ikram (41), sang pemilik usaha Jamur Crispy yang juga merupakan pembudidaya jamur tiram sudah memulai usaha sejak 2016.


Selama enam tahun menjalankankan usaha, baru tahun lalu Ikram berani meminjam modal usaha dari bank. Awalnya modal usahanya berasal dari dana pribadi dan keluarga. Hingga pada Januari 2022 ia memberanikan diri untuk mengajukan pinjaman.


Pinjaman modal usaha ini dipergunakan Ikram untuk mengembangkan usahanya. Ia mengalokasikan dana Rp50 juta yang dipinjamnya untuk membangun kumbung jamur di lahan rumahnya.


Memanfaatkan dana KUR BRI, Ikram memulai kumbung barunya. Namun ia masih perlu bekerja keras karena kumbung yang dibangunnya masih perlu biaya lebih banyak.




Photo
Photo
Baglog ukuran 8×16 meter sedang dibangun sebagai lahan usaha jamur tiram Ikram (Istimewa)

Sebenarnya peminjaman bisa sampai Rp100 juta tetapi istri saya tidak berani, jadi setengahnya saja dengan tenor 3 tahun. Sisanya nanti dari hasil usaha yang menutupinya,” ujar Ikram.


Sebenarnya pihak bank sudah sering kali menawarkan Ikram untuk meminjamkan modal usaha, namun Ikram sering kali menolak. Ia masih punya tabungan dan sumber dana lainnya. Dari yang penawaran bunga 3 persen hingga 0 persen sempat ditolaknya.


Hingga sampailah di akhir 2021 ia butuh modal untuk pembangunan kumbung yang lebih besar. Januari 2022 Ikram mengajukan pinjaman.


Prosesnya sangat cepat, mungkin karena pihak bank sudah survei dan percaya dengan saya, hari ini mengajukan, besok uangnya sudah cair,” jelas Ikram.


Dia juga tidak menyangka bahwa prosesnya bisa secepat dan semudah itu, sementara kerabatnya butuh waktu empat bulan dari pengajuan hingga pencairan dana.


Perjalanan usaha Ikram hingga mempunyai beberapa kumbung jamur dan produk Jamur Crispy tentu tidak instan. Butuh waktu dengan kisah jatuh bangun dalam membangunnya.


Pada 2016, bisnis yang dipilih Ikram justru bukan budidaya jamur tetapi hidroponik. Ia menggelontorkan dana pribadi Rp20 juta untuk pengembangan usahanya.


Tak sesuai harapan, usaha hidroponiknya tak membuahkan hasil, selama hampir tujuh bulan tak kunjung panen, padahal ia sudah mengusahakannya dengan berbagai teknik. Modal 20 juta hangus tak bersisa.


Akhirnya dengan modal nekat dan bekal ratusan ribu Ikram pergi mengikuti pelatihan budidaya jamur tiram di Singkawang. Ia pun memulai usaha jamur pada tahun 2017 dan membangun kumbung pertamanya seluas 3×5 meter.


Setelah enam bulan budidaya dimudahkan oleh Allah, bikinan pertama 75 persen berhasil tumbuh,” kenang Ikram.




Photo
Photo
Jamur tiram Ikran yang siap dipanen. (Istimewa)

Namun, ia kembali terhempas “tsunami masalah”. Pada 2018 setelah ia membangun kumbung baru seluas 6×12 meter, sebayak 3.000 baglog atau sekitar tiga ton jamur gagal panen.


Orang tua saya sempat bilang jangan dilanjutkan lagi, khawatir seperti sebelumnya,” ujar Ikram. Namun ia tetap bersikeras melanjutkan usahanya.


Akhirnya sampai pada tahun 2019 usaha dan produknya telah dikenal oleh dinas-dinas terkait sebagai program wira usaha pemula. Gayung bersambut, Ikram mendapat hibah Rp12 juta sebagai modal usaha dari pemerintah. Pada tahun ini pula produk Jamur Crispy yang merupakan makanan ringan (snack) dari jamur lahir. pada tahun 2021 Jamur Ikram menjadi UMKM binaan Bank Indonesia (BI). Banyak pameran diikutinya di Pontianak dan luar kabupaten Sambas.




Photo
Photo
Produk Jamur Crispy Ikram mejeng di pameran Pertemuan Tahunan Bank Indonesia. Jamur Crispy merupakan camilan renyah yang diolah dari jamur tiram. (Syahriani Siregar/Pontianak Post)

Kini Ikram sedang menanti kumbung barunya yang lebih besar selesai dikerjakan. Usahanya pun semakin dikenal. Sambas dan Singkawang adalah pasar terbesarnya. Bahkan pada tahun 2020 ia sempat menjualnya ke Malaysia namun harus terhenti karena pandemi.


Penguatan pemasaran secara digital dikembangkannya, ia memasukkan produk Jamur Crispy ke e-commerce seperti ShopeeFood, Tokopedia dan juga Padi UMKM. Pelatihan foto produk juga gencar diikutinya agar memperoleh visual yang baik untuk konten pemasarannya.


Ikram juga kini aktif sebagai inisiator dan ketua Komunitas Penggerak Pertanian Sambas (Gegertani). Ia berharap bisa menjadi penggerak petani Sambas dan usaha yang dibangunnya dari awal bisa berkembang hingga jadi inspirasi bagi anak muda.


Dorong UMKM dengan Edukasi dan Sosialisasi Digital


Kepala KPw Bank Indonesia Kalbar Nur Asyura Anggini Sari, mengatakan, akan mendorong transformasi UMKM ke arah digital, baik dalam bentuk onbording maupun e-commerce. Pihaknya juga terus berkoordinasi semua pihak dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi nasional, meningkatkan konsumsi dan belanja produk UMKM serta meningkatkan penjualan karya produk kreatif lokal.


Selain itu juga kami tujukan untuk memperkuat nasional branding produk unggulan di daerah,” katanya.


Pandemi Covid-19 menjadi momentum dalam akselarasi elektronifikasi transaksi keuangan di Kalbar. Untuk mendorong hal itu, KPw BI Kalbar konsisten memberikan edukasi, sosialisasi dan menyelenggarakan berbagai program kerja.**

Editor : Misbahul Munir S
#modal usaha #UMKM #bi #KUR #bri #jamur